Ikuti Kami
Sabtu, 3 Oktober 2026 ⚡ Versi Web
Konten Redaksi

Era Algoritma Jadi Tantangan Pers, Akhmad Munir Soroti Peran Negara

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 12:52 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

“Dua-duanya harus berjalan. Ada kehadiran negara untuk melindungi, sementara pers sendiri harus melakukan penataan kelola yang lebih baik, meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi,” kata Munir.

Penyiaran Masih Memiliki Audiens

Pandangan mengenai perubahan ekosistem informasi juga disampaikan Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamat.

Ia menilai media penyiaran masih memiliki basis audiens yang signifikan meskipun masyarakat kini semakin banyak mengakses informasi melalui platform digital.

Adiyana menyebut konsumsi televisi masih berada di kisaran 87 persen, sementara radio sekitar 50 persen.

Menurut dia, angka tersebut menunjukkan televisi dan radio masih memiliki peran sebagai sumber informasi publik.

Meski demikian, industri penyiaran tetap dituntut membaca perubahan perilaku audiens. Konten yang disajikan harus semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menyampaikan informasi publik dan isu-isu kebangsaan.

Adiyana juga menekankan pentingnya peran media dalam menjaga masyarakat agar tidak mudah terseret informasi yang berpotensi memicu konflik sosial.

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 12:52 WIB
Artikel Selanjutnya

Irjen Hengki Jadi Kapolda Jabar, Gantikan Pipit Rismanto

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Era Algoritma Jadi Tantangan Pers, Akhmad Munir Soroti Peran Negara

Bagikan artikel ini melalui