Banda Naira, INFO_PAS - Menyambut hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 Tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira menyelenggarakan Turnamen Gawang Lapas Cup II Tahun 2026, Jumat (2/9).
Turnamen dengan tema "Junjung tinggi sportivitas dan Semangat Kekeluargaan" tersebut dilaksanakan di Lapangan LBS Arena. Tema tersebut menjadi semangat utama dalam pelaksanaan kompetisi, yang tidak hanya diarahkan sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarlembaga serta masyarakat di Banda Naira.
Kepala Urusan Tata Usaha, Hendra Sahbudin, selaku Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa turnamen ini diikuti sebanyak 25 tim.
"Turnamen Gawang Mini Lapas Cup II Tahun 2026 diikuti oleh 25 tim, yang terdiri dari 20 tim dari instansi pemerintah, 4 tim dari pemerintahan negeri, serta 1 tim tamu undangan," ungkap Hendra.
Komandan Koramil (Danramil) 1502-01/Banda, Kapten Cba. Zulkifli Ten, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan turnamen tersebut. Kegiatan olahraga dinilai menjadi salah satu sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antarlembaga di wilayah Banda Naira.
Danramil juga mengimbau para pemain untuk menjaga keamanan dan keselamatan bersama selama kompetisi berlangsung. Ia juga diminta untuk menghormati setiap keputusan wasit. Menurutnya, keputusan wasit merupakan bagian dari aturan pertandingan yang harus diterima dengan sikap dewasa demi menjaga jalannya kompetisi tetap aman, tertib, dan kondusif.
"Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan keselamatan bersama. Bermainlah dengan sportif dan hormati keputusan wasit," pesannya.
Sementara itu, Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, saat membuka turnamen menekankan pentingnya menjadikan turnamen sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan semangat sportivitas.
"Bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, hormati lawan dan perangkat pertandingan. Jadikan turnamen ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan serta menumbuhkan semangat fair play," ujar Samad.
Momen pembukaan ditandai dengan aksi kick-off secara simbolis oleh Camat Kepulauan Banda, Rusdi Saiman dengan didampingi oleh Kepala Lapas Bandanaira, Danramil 1502-01/Banda, Henry Siahaan selaku Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Ambon di Banda Neira, Ridwan Wailusy selaku Kepala KUA Kecamatan Banda, Kepala BKSDA Resor Banda, dan perwakilan Pos SAR Banda.
Sesaat setelah seremoni selesai, tensi kompetisi langsung memanas lewat laga pembuka antara RSUD 1 menghadapi Electric Warriors. Pertandingan berjalan sengit, kedua tim tampil agresif sejak awal pertandingan dan saling jual beli serangan. Meski sejumlah peluang berhasil diciptakan, ketatnya pertahanan masing-masing tim membuat tidak ada gol yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan. Pertandingan pembuka akhirnya berkesudahan dengan skor 0-0.