Setelah 16 Hari, Identitas Surakman Korban KM Arupadhatu 1 Akhirnya Terungkap
Setelah informasi penemuan diterima, Polda Banten berkoordinasi dengan Polda Bengkulu. Tim Biddokkes Polda Banten kemudian menyerahkan data antemortem keluarga delapan korban kepada RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk proses identifikasi.
“Dari delapan keluarga korban, pada satu jenazah telah dilakukan pemeriksaan oleh Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri melalui Kepala Bidang Laboratorium DNA,” jelas Hengki.
Hasil pemeriksaan dengan membandingkan data primer berupa sidik jari, data gigi, dan DNA memastikan jenazah tersebut merupakan Surakman.
Hasil pemeriksaan DNA juga mengonfirmasi hubungan biologis antara Surakman dengan putra kandungnya, Yayat.
“Jenazah akan kami terima langsung bersama Bapak Gubernur Banten dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten,” ujar Hengki.
Jenazah Surakman dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (24/9/2026).
Pemantauan Korban Lain Tetap Berjalan
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Banten Al Amrad mengatakan, meskipun operasi pencarian secara resmi telah ditutup setelah berlangsung selama 10 hari, koordinasi dan pemantauan terhadap kemungkinan ditemukannya korban tetap dilakukan.