Setelah 16 Hari, Identitas Surakman Korban KM Arupadhatu 1 Akhirnya Terungkap
Di tengah kepastian identitas Surakman, pencarian terhadap tujuh korban lainnya masih menjadi perhatian. Andra berharap keberadaan para korban segera mendapatkan titik terang.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan keluarga dan para korban yang hingga kini masih dalam pencarian.
“Kepada keluarga dari tujuh korban yang belum ditemukan, semoga kita segera mendapatkan titik terang dan akan terus diinformasikan. Kita berharap dan senantiasa berdoa untuk segera menemukan saudara-saudara kita,” ucapnya.
Andra turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan identifikasi korban. Menurutnya, sinergi jajaran Polda Banten, Polda Bengkulu, tim SAR gabungan, serta para relawan menjadi bagian penting dalam upaya penanganan musibah tersebut.
Identifikasi Dilakukan Secara Ilmiah
Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menjelaskan, proses identifikasi terhadap jenazah dilakukan secara ilmiah oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Jenazah sebelumnya ditemukan pada Sabtu (12/9/2026) di perairan sekitar Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Saat ditemukan, jenazah belum diketahui identitasnya.
Jenazah diketahui memiliki ciri-ciri mengenakan celana pendek berwarna hitam, dengan tinggi sekitar 163 sentimeter dan diperkirakan berusia 50 tahun.