Ia menjelaskan, Program Poliran merupakan salah satu bentuk kepedulian Polda Banten terhadap persoalan sosial masyarakat. Pendekatan yang dilakukan bukan hanya melalui aspek keamanan, tetapi juga dengan mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki keterampilan dan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan.
“Melalui Poliran kami ingin membuka jalan bagi anak-anak muda Banten agar memiliki keterampilan, karakter serta kesempatan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri,” jelasnya.
Tiga Tahapan Poliran
Hengki menjelaskan, Program Poliran dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni merekrut, melatih dan menyalurkan.
Pada tahap perekrutan, Bhabinkamtibmas di enam Polres jajaran Polda Banten dilibatkan untuk menjangkau masyarakat, terutama anak muda yang belum bekerja tetapi memiliki kemauan untuk berkembang.
Peserta kemudian mendapatkan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri maupun potensi usaha. Keterampilan yang diberikan antara lain mengelas, bercocok tanam, beternak hingga pengelolaan bank sampah.
“Peserta dibekali keterampilan sesuai kebutuhan industri. Kita ingin mempersiapkan bukan sekadar sumber daya manusia yang bisa bekerja, tetapi mereka yang siap bekerja, berkarakter, disiplin dan berakhlak,” ungkap Hengki.
Menurutnya, penyaluran menjadi tahapan penting karena peserta yang sudah mengikuti pelatihan perlu mendapatkan akses agar tidak kembali kesulitan mencari pekerjaan.
Karena itu, Polda Banten terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan dunia usaha serta dunia industri.