Yayasan Ar-Raudhotun Nur Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan dan Perlindungan
Garut, 14 September 2026 — Yayasan Ar-Raudhotun Nur menggelar doa bersama sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan keberkahan dari Allah SWT di tengah berbagai musibah yang terjadi di sejumlah wilayah. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan guru dari jenjang RA, MI, hingga MTs Plus Ar-Raudhotun Nur. Doa bersama dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Ar-Raudhotun Nur, KH. Adis Abdullah Effendi, dan berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan sekaligus upaya menanamkan kesadaran spiritual kepada seluruh peserta didik di lingkungan Yayasan Ar-Raudhotun Nur.
Dalam paparannya, KH. Adis Abdullah Effendi mengajak para siswa dan guru untuk menyikapi berbagai peristiwa yang terjadi dengan penuh kesadaran dan ketawakalan kepada Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa saat ini berbagai musibah terjadi di sejumlah daerah, mulai dari kebakaran, gempa bumi, hingga erupsi gunung berapi yang menyebabkan penyebaran abu vulkanik. “Kita melihat banyak kejadian yang terjadi saat ini, ada kebakaran, gempa bumi, bahkan erupsi gunung berapi yang membawa abu vulkanik. Semua ini menjadi pengingat bagi kita bahwa manusia hanyalah makhluk biasa yang memiliki keterbatasan,” ungkap KH. Adis di hadapan seluruh peserta.
Lebih lanjut, KH. Adis menegaskan bahwa setiap peristiwa yang terjadi berada dalam kehendak Allah SWT. Menurutnya, manusia tetap memiliki kewajiban untuk berikhtiar, menjaga diri, serta melakukan berbagai upaya pencegahan, tetapi segala sesuatu pada akhirnya tidak terlepas dari ketetapan dan kehendak Allah SWT. “Apa yang terjadi merupakan bagian dari kehendak Allah SWT. Kita tidak boleh merasa paling kuat dan paling mampu. Karena itu, selain berusaha dan berhati-hati, kita harus selalu berdoa agar Allah SWT memberikan keselamatan, perlindungan, dan menjauhkan kita dari berbagai musibah,” tuturnya.
Kegiatan doa bersama tersebut juga menjadi sarana edukasi rohani bagi siswa pada setiap jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Ar-Raudhotun Nur. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak memahami bahwa berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT yang dapat menjadi bahan renungan dan pembelajaran. Di sisi lain, siswa juga diberikan pemahaman bahwa tawakal tidak berarti berhenti berusaha, melainkan tetap melakukan ikhtiar terbaik sembari menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Nilai tersebut diharapkan dapat membentuk pribadi siswa yang lebih religius, rendah hati, peduli terhadap sesama, dan memiliki keteguhan dalam menghadapi berbagai keadaan.
Selain memohon keselamatan bersama, kegiatan ini diharapkan menjadi pembiasaan bagi seluruh siswa agar senantiasa melibatkan doa dalam setiap aktivitas kehidupan. Doa tidak hanya dipanjatkan ketika menghadapi musibah atau kesulitan, tetapi juga ketika memulai kegiatan belajar, bekerja, bepergian, maupun menjalankan aktivitas lainnya. “Biasakan anak-anak untuk selalu berdoa dalam setiap kegiatan. Jangan hanya ketika ada musibah kita berdoa, tetapi dalam keadaan apa pun kita harus selalu mengingat Allah SWT,” pesan KH. Adis Abdullah Effendi.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Ar-Raudhotun Nur berupaya memperkuat pendidikan karakter dan nilai keagamaan, sehingga peserta didik tidak hanya tumbuh sebagai pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan, ketakwaan, dan kesadaran untuk selalu memohon pertolongan Allah SWT dalam menjalani kehidupan.
Artikel ini merupakan karya pengguna yang dikirim melalui platform Distrik Banten News dan telah melalui proses moderasi. Status Kontributor tidak menunjukkan keanggotaan Redaksi maupun kewenangan untuk mewakili Distrik Banten News.