SERANG – Persoalan stunting tidak bisa ditangani oleh satu pihak. Pemerintah desa, tenaga kesehatan hingga kader Posyandu harus berjalan bersama untuk memastikan tumbuh kembang anak tetap terpantau.
Semangat itu mengemuka dalam kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, di Saung Bioflok Desa Sindangheula, Jumat (11/9/2026).
Dalam forum tersebut, para kader Posyandu tidak hanya hadir untuk mengikuti kegiatan. Mereka juga diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman dan berbagai persoalan yang selama ini ditemui saat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Sindangheula Suheli, perangkat desa, Bidan Desa, serta pengurus dan anggota Kader Posyandu.
Kepala Desa Sindangheula, Suheli, S.Kom.I., MM, mengatakan rembuk stunting menjadi kesempatan untuk menyatukan langkah sekaligus mencari solusi atas persoalan yang ditemukan para kader di lapangan.
“Alhamdulillah kegiatan Rembuk Stunting Kader Posyandu Desa Sindangheula telah berjalan dengan lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bidan, pengurus dan anggota Kader Posyandu yang telah hadir dan mengikuti kegiatan ini,” ujar Suheli.
Menurutnya, keberadaan kader Posyandu memiliki peran penting karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, masukan dan kendala yang mereka temukan perlu menjadi perhatian bersama.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menampung aspirasi dari para pengurus kader. Kemudian berbagai permasalahan yang ada di lapangan kita diskusikan bersama dan kita cari solusinya,” katanya.