Suheli menegaskan, Rembuk Stunting bukan sekadar agenda tahunan. Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah nyata untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu hamil, bayi dan balita.
Menurutnya, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini melalui pemantauan tumbuh kembang anak, pelayanan kesehatan yang optimal, serta kesadaran keluarga terhadap pentingnya pemenuhan gizi.
“Mudah-mudahan dengan berkumpul dan melaksanakan rembuk stunting ini, permasalahan yang ada di lapangan bisa kita atasi bersama-sama. Tentunya untuk kebaikan kader Posyandu dan kebaikan Desa Sindangheula menuju desa yang sehat dan sejahtera,” pungkasnya.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Desa Sindangheula berharap koordinasi antara pemerintah desa, Bidan Desa dan Kader Posyandu semakin kuat.
Sebab, upaya menekan angka stunting membutuhkan kerja bersama dan perhatian berkelanjutan. Dengan komunikasi yang baik, persoalan kesehatan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat segera terdeteksi dan ditangani.
Rembuk Stunting 2026 ini pun menjadi salah satu langkah Desa Sindangheula untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak terus berjalan, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat desa yang lebih sehat dan sejahtera.