Investor Siap Kucurkan Hampir Rp1 Triliun untuk Dua Aset Banten
Selain Banten International Stadium, investor juga melirik potensi pengembangan industri tepung ikan. Nilai investasi yang diproyeksikan untuk sektor tersebut mencapai sekitar Rp135 miliar.
Industri tepung ikan dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan, terutama karena berkaitan dengan kebutuhan bahan baku industri dan sektor pangan. Selain itu, pengembangan industri tersebut juga berpotensi mendukung program ketahanan pangan.
Dengan nilai investasi lebih dari Rp850 miliar untuk pengembangan BIS dan sekitar Rp135 miliar untuk industri tepung ikan, total investasi yang direncanakan mencapai kurang lebih Rp985 miliar.
Angka tersebut tentu menjadi peluang besar bagi Banten, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah berharap investasi tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menciptakan efek ekonomi yang lebih luas.
Sekda Deden Apriandhi mengatakan, kerja sama dengan investor diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Pemerintah Provinsi Banten dalam mengoptimalkan aset daerah sekaligus memperkuat perekonomian.
“Kami berharap kerja sama ini segera terjalin, karena akan memberikan dampak ekonomi dan juga membantu Pemprov Banten dalam struktur APBD,” ujarnya.
Lebih jauh, Deden menilai masih banyak potensi di Banten yang dapat dikembangkan melalui investasi. Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah kabupaten dan kota akan terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Masuknya investor juga diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan proyek-proyek baru, tetapi mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.