Realisasi tersebut menempatkan Banten di peringkat keempat nasional sekaligus menyerap sekitar 214 ribu tenaga kerja.
“Pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat yang inklusif bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain investasi, sejumlah sektor ekonomi Banten juga menunjukkan kinerja yang cukup kuat. Pada Triwulan I 2026, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tercatat tumbuh 17,88 persen.
Sementara sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 13,84 persen. Adapun sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum mengalami pertumbuhan sebesar 15,29 persen.
Menurut Andra, capaian tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Banten memiliki fondasi yang cukup kuat dan tidak hanya bergantung pada satu sektor.
Meski demikian, pemerintah daerah dinilai tetap perlu menjaga momentum tersebut agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dalam hal ini, Andra menilai sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Bank Indonesia memiliki peran penting. BI diharapkan terus memberikan dukungan berupa data, kajian, proyeksi, serta perspektif kebijakan yang dapat digunakan pemerintah sebagai dasar dalam menentukan arah pembangunan ekonomi.
“Hubungan kerja ini harus menjadi kemitraan strategis,” katanya.