SERANG – Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, menunjukkan berbagai inovasi berbasis lingkungan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat dalam Penilaian Lomba Bulan Bakti Gotong Royong (BBGR) Kabupaten Serang Tahun 2026, Rabu (2/9/2026).
Berbagai program unggulan dipamerkan di hadapan tim penilai sebagai bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi bagian penting dalam pembangunan desa.
Desa Sindangheula menjadi salah satu dari tiga desa yang dipercaya mewakili Kecamatan Pabuaran dalam ajang BBGR Kabupaten Serang 2026. Dua desa lainnya yang turut menjadi perwakilan kecamatan adalah Desa Pasanggrahan dan Desa Pabuaran.
Kedatangan tim juri disambut langsung Kepala Desa Sindangheula, Suheli, bersama jajaran perangkat desa dan unsur masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Suheli memaparkan sejumlah program, kegiatan, serta inovasi yang dikembangkan pemerintah desa bersama masyarakat.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pengelolaan lingkungan melalui program Bank Sampah. Program tersebut mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah dari sumbernya sebelum kemudian dikumpulkan dan dikelola agar memiliki nilai guna.
Pengelolaan sampah di Sindangheula tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan. Sampah yang masih dapat dimanfaatkan diolah menjadi berbagai produk, termasuk limbah plastik yang dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan paving block.
Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk kreativitas masyarakat dalam mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang ekonomi.
Selain pengelolaan sampah plastik, berbagai inovasi lain juga dikembangkan masyarakat. Di antaranya pemanfaatan kain bekas menjadi pot bunga, budidaya maggot, budidaya ikan lele, hingga pembuatan pupuk kompos.