Menurutnya, orang tua memiliki peran penting untuk memberikan arahan dan membimbing anak agar dapat mengembangkan potensi sesuai dengan cita-citanya.
“Orang tua ini tinggal mengarahkan anak-anaknya, bidak-bidak itu. Mau jadi apa? Sesuai dengan cita-cita, yang penting bermanfaat buat bangsa dan negara,” jelasnya.
Karena itu, Dimyati berharap komunitas catur tidak berhenti pada kegiatan pertandingan. Komunitas juga diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan yang berkelanjutan bagi anak-anak dan remaja.
Turnamen, latihan rutin, festival catur, hingga kegiatan silaturahmi antarkomunitas dapat menjadi sarana untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet catur potensial dari Banten.
Dimyati juga memberikan apresiasi kepada Altajagu Chess Club yang menggelar turnamen dengan melibatkan generasi muda. Menurutnya, kegiatan seperti itu penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus membangun mental kompetitif yang sehat.
Sementara itu, Ketua Alam Takambang Jadi Guru (Altajagu) Afdimar mengatakan kegiatan tersebut mengedepankan semangat kebersamaan sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan bermain catur.
“Ini kebersamaan dan kita ingin menyampaikan dengan bersama kita bisa. Kita adakan ini diutamakan yang muda-muda karena diharapkan dapat berkembang caturnya,” kata Afdimar.
Menurut Afdimar, turnamen tersebut juga dirancang agar peserta memperoleh pengalaman yang lebih kompetitif. Sistem rating catur digunakan dalam pertandingan sehingga kemampuan peserta dapat tercatat dan menjadi bagian dari perkembangan mereka dalam olahraga catur.