Ia menilai kunjungan internasional seperti ini memberikan nilai positif bagi masyarakat desa karena membuka wawasan baru dan memperluas jejaring komunikasi dengan dunia pendidikan internasional.
Suheli berharap hubungan yang terbangun melalui kunjungan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga tidak berhenti pada satu agenda saja.
“Kami berharap kunjungan ini memberikan pengalaman yang baik bagi rombongan Hunan University dan juga memberikan manfaat bagi Desa Sindangheula. Mudah-mudahan komunikasi dan kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut di masa yang akan datang,” katanya.
Sementara bagi delegasi Hunan University, kunjungan ke Desa Sindangheula menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana pembangunan pedesaan berlangsung di Indonesia.
Mereka tidak hanya memperoleh informasi melalui diskusi di ruang pertemuan, tetapi juga diajak melihat langsung aktivitas masyarakat, potensi ekonomi lokal, program ketahanan pangan, hingga infrastruktur desa.
Pengalaman lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam program “Belt and Road Expedition – Nusantara Connections” Summer Practicum, khususnya dalam memahami kehidupan masyarakat dan perkembangan desa dari perspektif yang lebih dekat dengan kondisi sebenarnya.
Kunjungan ini juga menjadi ruang dialog antara akademisi dan mahasiswa China dengan pemerintah desa serta masyarakat Kabupaten Serang. Berbagai pengalaman yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran mengenai pembangunan masyarakat, komunikasi, pemberdayaan, ekonomi lokal, dan inovasi desa.
Bagi Pemerintah Desa Sindangheula, kehadiran delegasi internasional merupakan peluang untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat akademik di tingkat global.