Menurut Koji, keramahan masyarakat menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama mereka berada di Banten. Selain berinteraksi dengan warga, para relawan juga mendapat kesempatan mencicipi berbagai makanan dan buah-buahan tradisional yang sebelumnya belum pernah mereka kenal.
“Warga sangat ramah dan menawarkan berbagai makanan tradisional serta buah-buahan yang belum pernah kami lihat sebelumnya,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai kehidupan dan budaya Indonesia.
Direktur Fesbuk Banten News, Lulu Jamaludin, mengatakan pertemuan bersama Tinawati menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pendampingan relawan Jepang selama berada di Desa Batukuwung.
“Sejak pertama datang, mereka sudah disambut warga. Hari ini mereka kembali mendapat sambutan dari Ibu Tinawati. Kami makan bersama dengan tradisi bancakan dan berbagi cerita,” kata Lulu.
Lulu menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan sosial, tetapi juga mendorong terjadinya interaksi yang lebih dekat antara relawan, masyarakat dan berbagai pihak yang terlibat.
Ia berharap kolaborasi antara relawan Jepang, masyarakat dan berbagai pihak di Banten dapat terus memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Kami berkolaborasi memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Batukuwung Serang. Semoga semangat gotong royong dan kemandirian ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.