Optimalkan Lahan Terbatas, Lapas Bandanaira Panen Kangkung
Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira panen 40 ikat Kangkung hasil budidaya hidroponik di area Branggang, Rabu (19/8). Kegiatan tersebut jadi bagian dari program pembinaan kemandirian Warga Binaan sekaligus upaya perkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan terbatas.
Panen dipimpin langsung Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, bersama Komandan Komando Rayon Militer (Danramil) 1502-01/Banda, Kapten Cba. Zulfikli Ten serta jajaran pejabat struktural, petugas Pemasyarakatan, dan Warga Binaan yang terlibat dalam program pembinaan pertanian hidroponik.
Budidaya kangkung dilakukan dengan sistem hidroponik yang dinilai efektif diterapkan di lingkungan Lapas dengan keterbatasan lahan. Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan melalui pertanian dan peternakan.
Samad mengatakan pemanfaatan lahan terbatas melalui hidroponik menjadi langkah inovatif untuk menghadirkan pembinaan yang produktif dan bermanfaat bagi Warga Binaan.
"Walaupun dengan keterbatasan lahan yang ada, kami terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang produktif dan bermanfaat. Panen kangkung hidroponik hari ini menjadi bukti bahwa semangat, kerja sama, dan konsistensi mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai," ujar Samad.
Menurutnya, program seperti ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.
Selaku Danramil 1502-01/Banda, Kapten Cba. Zulkifli Ten memberikan apresiasi atas konsistensi Lapas Bandanaira dalam mengembangkan program ketahanan pangan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi media pembinaan konstruktif bagi Warga Binaan.
"Kami mengapresiasi langkah Lapas Bandanaira dalam mengembangkan program ketahanan pangan. Kegiatan ini tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan nilai edukatif dan produktif bagi Warga Binaan," puji Kapten Zulkifli.
Salah seorang Warga Binaan, Dedi, mengaku senang dapat terlibat dalam program pembinaan tersebut karena memberikan pengalaman dan pengetahuan baru.
"Saya merasa senang dan bersyukur bisa ikut dalam kegiatan ini. Dari awal penyemaian sampai panen, kami belajar banyak tentang cara menanam hidroponik dan cara merawat tanaman dengan baik," ungkapnya.
Panen hidroponik tersebut menjadi salah satu upaya Lapas Bandanaira dalam hadirkan pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan di lingkungan Pemasyarakatan. (Humas/LT)