Ikuti Kami
Jumat, 2 Oktober 2026 ⚡ Versi Web
Konten Redaksi

Tak Sekadar Catat Identitas, Lapas Cianjur Petakan Kebutuhan Warga Binaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:55 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

CIANJUR – Pembinaan warga binaan di Lapas Kelas IIB Cianjur tidak dimulai dari sekadar data administratif. Setiap warga binaan terlebih dahulu dikenali secara lebih mendalam melalui Asesmen Wali Pemasyarakatan untuk memetakan kebutuhan, latar belakang, serta karakter masing-masing.

Melalui proses tersebut, petugas Wali Pemasyarakatan melakukan wawancara secara personal dengan warga binaan, khususnya mereka yang baru masuk. Informasi yang digali tidak hanya menyangkut identitas, tetapi juga latar belakang keluarga, lingkungan sosial, perjalanan hidup, pendidikan, pekerjaan, hingga kebutuhan khusus selama menjalani masa pidana.

Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara petugas dan warga binaan. Dengan mengenali kondisi setiap individu sejak awal, pembinaan dapat disusun berdasarkan kebutuhan dan karakter masing-masing, bukan dengan pola yang sama untuk semua.

Hasil asesmen selanjutnya menjadi bahan bagi petugas dalam menentukan pola pendampingan, memantau perkembangan perilaku, sekaligus merancang program pembinaan yang lebih relevan.

Kalapas Kelas IIB Cianjur Prayogo Mubarak mengatakan, asesmen menjadi langkah penting untuk memastikan program pembinaan berjalan secara tepat sasaran.

“Setiap warga binaan itu unik, punya latar belakang dan kebutuhan berbeda. Dengan asesmen di awal, kami bisa memberikan pembinaan yang lebih tepat sasaran, tidak asal menjalankan kegiatan saja,” kata Prayogo, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak warga binaan mengikuti kegiatan. Hal yang lebih penting adalah adanya perkembangan sikap dan perilaku ke arah yang lebih positif.

“Harapan kami, pembinaan ini benar-benar mengubah perilaku menjadi lebih positif. Karena itu peran Wali Pemasyarakatan sangat vital sebagai pendamping yang memantau perkembangan warga binaan setiap hari,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, Lapas Cianjur berupaya menempatkan proses pembinaan sebagai pendampingan yang berkelanjutan. Asesmen di awal menjadi dasar untuk memahami individu, sementara pemantauan dan pendampingan dilakukan untuk melihat perkembangan selama warga binaan menjalani masa pidana.

Dengan demikian, pembinaan tidak berhenti pada keikutsertaan dalam berbagai program, tetapi diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku dan mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:55 WIB
Artikel Selanjutnya

Resmob Polres Serang Ringkus Ompong, Spesialis Curanmor yang Akui 7 Kali Beraksi

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Tak Sekadar Catat Identitas, Lapas Cianjur Petakan Kebutuhan Warga Binaan

Bagikan artikel ini melalui