“Menjadi wartawan itu bukan sekadar profesi, tapi panggilan hati,” kata Muzani.
Ia menilai wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam memperjuangkan kebenaran, menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat, sekaligus menyuarakan berbagai aspirasi rakyat.
Karena itu, Muzani mengaku tidak pernah benar-benar merasa meninggalkan dunia jurnalistik meski perjalanan kariernya kemudian membawanya ke dunia politik hingga menduduki jabatan Ketua MPR RI.
“Saya tidak pernah merasa terpisah dari wartawan. Hati saya sampai sekarang masih wartawan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran kuat mengenai kedekatan Muzani dengan profesi yang pernah digelutinya. Baginya, perubahan profesi dan jabatan tidak serta-merta menghapus nilai-nilai jurnalistik yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Ia memandang jabatan Ketua MPR RI sebagai sebuah posisi formal yang memiliki tanggung jawab konstitusional. Namun, semangat untuk menyampaikan informasi, memperjuangkan kebenaran dan menyuarakan kepentingan masyarakat tetap menjadi bagian dari dirinya.
Dalam konteks penyelenggaraan HPN dan Porwanas 2027, kedekatan historis tersebut turut menjadi alasan mengapa Muzani memberikan perhatian terhadap kesiapan kegiatan insan pers di Lampung.
Ia berharap Lampung dapat mempersiapkan diri secara maksimal sebagai tuan rumah. Tidak hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari kesiapan fasilitas, venue pertandingan, dukungan masyarakat dan keterlibatan berbagai pihak.