Dari Pohon Aren ke Pasar Dunia, Gula Lebak Jadi Mesin Ekonomi Masyarakat
Capaian tersebut menjadi peluang besar bagi para perajin untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.
Dari sisi karakteristik produk, gula aren Lebak memiliki sejumlah keunggulan. Produk tersebut dikenal memiliki aroma khas, rasa manis, daya tahan yang baik, serta dihasilkan dari bahan baku yang tersedia di lingkungan perkebunan masyarakat.
Besarnya potensi ekonomi gula aren juga terlihat dari jumlah pelaku usaha yang terlibat. Saat ini tercatat sekitar 11.000 unit usaha UMKM gula aren di Kabupaten Lebak.
Ribuan unit usaha tersebut mampu menyerap sekitar 22.000 tenaga kerja. Sementara omzet yang dihasilkan mencapai sekitar Rp96,65 miliar per tahun.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa rantai usaha gula aren memiliki dampak yang cukup luas terhadap perekonomian masyarakat. Aktivitas ekonomi tidak hanya berlangsung pada proses pengolahan, tetapi juga melibatkan petani, penyadap nira, pengolah, pengemasan hingga distribusi produk.
Bagi masyarakat desa, keberadaan industri gula aren menjadi sumber penghasilan yang dapat menopang kebutuhan keluarga. Karena itu, pengembangan komoditas tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
Imam menilai penguatan UMKM gula aren dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam upaya mengendalikan kemiskinan.
“Kami meyakini pelaku UMKM produk gula aren dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus dapat mengendalikan kemiskinan,” katanya.
Di tingkat pelaku usaha, pengembangan gula aren juga terus dilakukan dengan memanfaatkan potensi perkebunan yang tersedia.