Dari Pohon Aren ke Pasar Dunia, Gula Lebak Jadi Mesin Ekonomi Masyarakat
LEBAK – Gula aren bukan sekadar pemanis tradisional bagi masyarakat Kabupaten Lebak, Banten. Komoditas yang dihasilkan dari kekayaan pohon aren di wilayah tersebut kini berkembang menjadi salah satu produk unggulan daerah yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat hingga menembus pasar mancanegara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan usaha gula aren melalui pembinaan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Upaya tersebut dilakukan agar produk gula aren asal Lebak semakin memiliki daya saing, baik di pasar domestik maupun internasional.
“Kami hingga kini mengoptimalkan pembinaan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) produk gula aren agar bisa bersaing pasar,” ujar Imam dalam keterangannya di Lebak, Minggu.
Potensi besar gula aren Lebak tidak terlepas dari kondisi geografis daerah yang memiliki banyak perkebunan pohon aren. Ketersediaan bahan baku tersebut menjadi modal penting bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha pengolahan gula aren secara berkelanjutan.
Saat ini, sentra UMKM gula aren tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak. Di antaranya Kecamatan Sobang, Gunungkencana, Cijaku, Cigemblong, Cihara, Malingping, Panggarangan, Bayah, Cilograng, Cibeber, Leuwidamar, Cirinten, Muncang hingga Lebak Gedong.
Keragaman wilayah produksi tersebut menunjukkan bahwa gula aren telah menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan di Lebak.
Produk yang dihasilkan pun semakin beragam. Selain gula aren dalam bentuk cetak, para pelaku UMKM juga memproduksi gula aren bubuk yang dikenal sebagai gula semut.
Diversifikasi produk menjadi salah satu langkah penting untuk mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen. Gula semut, misalnya, memiliki bentuk yang lebih praktis sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga maupun industri makanan dan minuman.
Yang menarik, gula aren Lebak tidak hanya beredar di pasar lokal dan nasional. Produk tersebut telah berhasil menembus pasar mancanegara, antara lain Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Australia hingga sejumlah negara di kawasan Eropa.