Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Nasir mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi pengembangan program satu desa satu hektare jagung. Menurutnya, sejumlah wilayah di Banten memiliki karakteristik lahan yang potensial untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya jagung.
“Kami akan memfasilitasi program satu desa satu hektare penanaman jagung. Di Provinsi Banten ada banyak desa yang memiliki potensi untuk jenis pertanian jagung,” ujar Nasir.
Ia menambahkan, pengembangan jagung di tingkat desa diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mempercepat peningkatan kesejahteraan petani. Program tersebut juga dapat memperkuat kawasan sentra pangan sekaligus meningkatkan produktivitas lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Nasir menekankan pentingnya persiapan yang matang sebelum program dilaksanakan. Pemerintah bersama para pemangku kepentingan perlu memastikan lokasi penanaman sesuai, petani yang terlibat siap menjalankan budidaya, serta dukungan sarana produksi dapat dipenuhi.
“Tentu kita berharap kita siapkan dengan baik lokasinya dan juga petaninya,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Banten Annisa Maharani Alzahra Mahesa mengatakan, audiensi dengan Gubernur Andra Soni merupakan bagian dari upaya menyelaraskan program Pemuda Tani dengan kebijakan pembangunan pertanian yang sedang dijalankan Pemerintah Provinsi Banten.
Menurut Annisa, program satu desa satu hektare jagung menjadi salah satu gagasan yang ingin dikembangkan Pemuda Tani untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk bertukar gagasan mengenai berbagai tantangan dan peluang sektor pertanian di Banten. Pemuda Tani berharap kolaborasi dengan pemerintah dapat semakin memperkuat program yang menyentuh langsung kepentingan petani.