Ikuti Kami
Selasa, 14 Juli 2026 Versi Web

Siswa Kelas VI MIS Ar-Raudhotun Nur Suarakan Gerakan Anti Bullying kepada Adik Kelas sebagai Wujud Kepedulian dan Keteladanan

Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Senin, 13 Juli 2026 | 14:13 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

 

Garut, 13 Juli 2026  –  Membangun lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying) merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah. Komitmen tersebut kembali ditegaskan oleh MIS Ar-Raudhotun Nur melalui kegiatan Kampanye Gerakan Anti Bullying yang dilaksanakan dalam rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027. Berbeda dengan kegiatan penyuluhan pada umumnya, kampanye kali ini melibatkan peserta didik kelas VI sebagai penyampai pesan kepada adik-adik kelas I. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pendidikan karakter yang menempatkan siswa senior bukan hanya sebagai kakak kelas, tetapi juga sebagai teladan yang mampu memberikan contoh sikap positif kepada peserta didik baru sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan madrasah.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias di hadapan seluruh siswa kelas I. Melalui bahasa yang sederhana, ramah, dan mudah dipahami anak-anak, para siswa kelas VI mengajak adik-adiknya untuk saling menghormati, saling menyayangi, serta menghindari segala bentuk perilaku yang dapat menyakiti orang lain, baik melalui ucapan maupun tindakan. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan persuasif sehingga peserta didik baru merasa lebih dekat dan nyaman menerima nasihat dari kakak-kakaknya. Suasana hangat yang tercipta memperlihatkan bahwa budaya saling menghargai dapat ditanamkan sejak dini melalui keteladanan antarsesama peserta didik.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Insan Faisal Ibrahim, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa pelibatan siswa kelas atas dalam kampanye anti bullying merupakan bagian dari strategi pembelajaran karakter yang ingin dibangun secara berkelanjutan di lingkungan madrasah. Menurutnya, pendidikan karakter akan lebih mudah diterima apabila peserta didik melihat langsung contoh nyata dari kakak-kakak mereka yang mampu menunjukkan kepedulian, empati, serta sikap saling menghormati. Oleh karena itu, siswa kelas VI diberikan kesempatan untuk menjadi duta dalam menyuarakan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan. "Kami ingin membangun budaya bahwa kakak kelas bukan sosok yang ditakuti, tetapi menjadi pelindung, sahabat, dan teladan bagi adik-adiknya. Kampanye anti bullying ini bukan hanya bertujuan memberikan pemahaman tentang bahaya perundungan, tetapi juga menanamkan rasa peduli, menghargai perbedaan, serta membiasakan peserta didik untuk saling membantu dan saling menguatkan. Madrasah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi semua anak," ujar Insan Faisal Ibrahim, S.Pd., Gr.

Insan juga menambahkan bahwa perundungan tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Ucapan yang mengejek, mempermalukan teman, memberikan julukan yang tidak pantas, mengucilkan seseorang dari kelompok bermain, hingga tindakan melalui media digital juga termasuk bentuk bullying yang harus dicegah bersama. Karena itu, seluruh warga madrasah memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun budaya saling menghormati tanpa membedakan latar belakang, kemampuan, maupun karakter setiap peserta didik. Pendidikan yang berkualitas, menurutnya, tidak hanya menghasilkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, akhlak mulia, dan kepedulian terhadap sesama.

Senada dengan hal tersebut, Susi Nuraisyah, S.Pd.I., Gr., selaku Wali Kelas I, mengingatkan seluruh peserta didik baru agar tidak merasa takut apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan. Ia menegaskan bahwa madrasah selalu membuka ruang komunikasi bagi setiap anak untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi. Menurutnya, keberanian untuk melapor merupakan langkah penting agar setiap persoalan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. "Anak-anak, apabila ada yang mengejek, memukul, mendorong, mengganggu, atau membuat kalian merasa sedih dan tidak nyaman, jangan dipendam sendiri. Segera sampaikan kepada guru, wali kelas, atau orang tua. Kami semua ada di sini untuk melindungi kalian. Tidak boleh ada rasa takut untuk berbicara, karena setiap anak berhak belajar dengan aman, bahagia, dan dihargai," tutur Susi Nuraisyah, S.Pd.I., Gr. di hadapan peserta didik kelas I.

Dalam kegiatan tersebut, tiga orang siswa kelas VI, yaitu Muhammad Syamil, Naura, dan Nazwa, tampil sebagai penyampai pesan utama dalam kampanye anti bullying. Dengan penuh percaya diri, mereka mengajak adik-adik kelas untuk selalu mengucapkan kata-kata yang baik, menghargai teman yang memiliki perbedaan, tidak melakukan ejekan, tidak menggunakan kekerasan dalam bermain, serta membiasakan diri meminta maaf apabila melakukan kesalahan. Mereka juga mengingatkan bahwa seorang siswa yang hebat bukanlah yang merasa paling kuat, melainkan mereka yang mampu menjaga teman, membantu sesama, dan menciptakan suasana belajar yang penuh kasih sayang. Penyampaian pesan oleh sesama peserta didik tersebut mendapat sambutan hangat dari seluruh siswa yang mengikuti kegiatan.

Melalui Gerakan Kampanye Anti Bullying ini, MIS Ar-Raudhotun Nur kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata madrasah dalam menanamkan nilai kepedulian, toleransi, empati, serta penghormatan terhadap sesama sejak usia dini. Dengan melibatkan guru, peserta didik, dan seluruh warga madrasah secara aktif, diharapkan budaya anti bullying tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar tumbuh menjadi kebiasaan yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari. Madrasah percaya bahwa lingkungan belajar yang aman dan penuh kasih sayang akan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga berakhlak mulia serta mampu menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.

 

Kontributor      : Insan Faisal Ibrahim, S.Pd

Satuan Kerja   : MIS AR-RAUDHOTUN NUR

 

 

Kontributor: KABAR AR-RAUDHOTUN NUR
Senin, 13 Juli 2026 | 14:13 WIB
Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi Distrik Banten News - Berita Banten Terkini, Terlengkap dan Terbaru Hari Ini.
Artikel Selanjutnya

Ketua Yayasan Ar-Raudhotun Nur Resmi Membuka MATAMUDA 2026/2027 dan Ajak Orang Tua Bersinergi Membangun Pendidikan Berkualitas

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Siswa Kelas VI MIS Ar-Raudhotun Nur Suarakan Gerakan Anti Bullying kepada Adik Kelas sebagai Wujud Kepedulian dan Keteladanan

Bagikan artikel ini melalui