Ikuti Kami
Rabu, 8 Juli 2026 Versi Web

Disiplin Menjadi Nafas Pendidikan Yayasan AR-RAUDHOTUN NUR Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Semangat Pengabdian

Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Selasa, 7 Juli 2026 | 07:19 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Garut, 06 Juli 2026 - Memasuki awal Tahun Pelajaran 2026/2027, Yayasan AR-RAUDHOTUN NUR menggelar Rapat Awal Tahun yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dari seluruh unit pendidikan di bawah naungannya, meliputi Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), hingga Pondok Pesantren. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, semangat kebersamaan, dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan, KH. Adis Abdullah Effendi. Rapat tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat budaya kerja, serta meneguhkan kembali nilai-nilai yang selama ini menjadi fondasi utama Yayasan AR-RAUDHOTUN NUR dalam membangun pendidikan Islam yang unggul, berkarakter, dan berakhlakul karimah. Selain menjadi agenda evaluasi dan koordinasi, rapat juga menjadi ruang refleksi agar seluruh keluarga besar yayasan terus menjaga amanah sebagai pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

Dalam arahannya, KH. Adis Abdullah Effendi menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan salah satu nilai utama dalam ajaran Islam yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi seorang pendidik. Menurut beliau, keberhasilan seseorang tidak hadir secara instan, melainkan dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. "Disiplin bukan hanya soal datang tepat waktu. Disiplin adalah cerminan keimanan, bentuk tanggung jawab, sekaligus bukti bahwa kita menghargai amanah yang Allah titipkan kepada kita. Banyak orang sukses memulai perjalanan hidupnya dari sikap disiplin yang sederhana, tetapi dilakukan dengan penuh keikhlasan dan istiqamah," ungkap KH. Adis di hadapan seluruh peserta rapat.

Beliau juga mengingatkan bahwa disiplin harus tercermin dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari pengelolaan waktu, penyelesaian tugas, etika berkomunikasi dengan sesama guru, pelayanan kepada orang tua peserta didik, hingga hubungan baik dengan masyarakat di sekitar lingkungan madrasah dan pesantren. Menurutnya, kedisiplinan yang dibangun secara kolektif akan melahirkan budaya kerja yang sehat dan membawa keberkahan bagi seluruh lembaga. Lebih lanjut, KH. Adis turut membagikan pengalaman pribadinya mengenai pentingnya menjaga komitmen terhadap kedisiplinan. Beliau menceritakan bahwa kebiasaan menghargai waktu, menjaga konsistensi, serta memegang teguh komitmen telah menjadi prinsip hidup yang terus dijaga sejak lama. Berkat kebiasaan tersebut, beliau mengaku mendapatkan kepercayaan dan penghargaan dari berbagai kalangan, termasuk sejumlah instansi pemerintah yang menilai integritas serta kedisiplinannya sebagai contoh yang patut diteladani. Namun demikian, beliau menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama. "Jangan pernah bekerja hanya agar dipuji. Bekerjalah dengan niat yang lurus karena Allah. Ketika niat kita baik, insyaallah hasil yang baik akan mengikuti. Citra yayasan yang baik lahir dari ketulusan seluruh keluarga besar yayasan dalam menjalankan amanahnya, bukan karena pencitraan," tutur beliau.

Pada kesempatan tersebut, KH. Adis juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, pengurus, serta semua pihak di bawah naungan Yayasan AR-RAUDHOTUN NUR yang selama ini telah menjaga nama baik lembaga melalui dedikasi, kerja keras, dan pelayanan yang penuh keikhlasan.

Menutup arahannya, KH. Adis memberikan pesan yang menjadi penekanan utama dalam rapat tersebut, yakni pentingnya menjaga adab dan akhlak sebagai identitas seorang pendidik. Menurut beliau, kemampuan akademik memang penting, tetapi akhlak merupakan pembeda yang akan selalu dikenang oleh peserta didik maupun masyarakat. "Ilmu bisa dipelajari oleh siapa saja, tetapi adab harus ditanamkan dan dicontohkan setiap hari. Sebagai pendidik, kita harus benar-benar menunjukkan akhlak yang baik dalam setiap perkataan, sikap, maupun tindakan. Justru dari akhlak itulah masyarakat akan menilai kualitas sebuah lembaga pendidikan," pesan beliau.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta rapat yang sepakat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, melainkan juga dari keberhasilan membentuk karakter peserta didik yang santun, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial. Semangat tersebut menjadi komitmen bersama untuk terus menghadirkan lingkungan pendidikan yang nyaman, religius, dan berorientasi pada pembentukan generasi yang berakhlakul karimah.

Senada dengan arahan Ketua Yayasan, Kepala MIS AR-RAUDHOTUN NUR, Mutiara Selandiana Effendi, S.Pd., menegaskan bahwa budaya disiplin telah menjadi salah satu keunggulan yang terus dipertahankan oleh madrasah. Menurutnya, kedisiplinan bukan sekadar aturan administratif, tetapi telah menjadi budaya yang tumbuh dalam keseharian seluruh warga sekolah. Ia mengungkapkan bahwa banyak orang tua peserta didik memberikan kesaksian positif mengenai karakter guru-guru di bawah naungan Yayasan AR-RAUDHOTUN NUR yang dikenal disiplin, ramah, sederhana, dan mudah berbaur dengan masyarakat. "Alhamdulillah, banyak orang tua menyampaikan bahwa mereka merasa nyaman karena guru-guru kami selalu hadir tepat waktu, menyapa dengan ramah, bahkan menyambut peserta didik setiap pagi di pintu gerbang. Hal-hal sederhana seperti itu ternyata memberikan kesan yang sangat baik dan menumbuhkan rasa percaya masyarakat kepada madrasah," ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan menyambut peserta didik setiap pagi bukan hanya rutinitas, melainkan bentuk pelayanan, perhatian, dan kasih sayang yang menjadi bagian dari pendidikan karakter.

Melalui Rapat Awal Tahun tersebut, Yayasan AR-RAUDHOTUN NUR kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas dengan menjadikan disiplin, ketulusan, pelayanan, serta akhlak mulia sebagai budaya kerja di seluruh unit pendidikan. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam rapat menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan di era yang terus berkembang. Dengan sinergi antara yayasan, pimpinan lembaga, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat, Yayasan AR-RAUDHOTUN NUR optimistis mampu terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, disiplin, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Rapat ini pun menjadi penanda dimulainya perjalanan baru Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan tekad bersama untuk terus menjaga amanah pendidikan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT.

 

Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Selasa, 7 Juli 2026 | 07:19 WIB
Artikel ini merupakan tanggung jawab kontributor dan tidak mencerminkan pandangan redaksi Distrik Banten News - Berita Banten Terkini, Terlengkap dan Terbaru Hari Ini.
Artikel Selanjutnya

Insan Faisal Ibrahim dan Semangat Menggerakkan Dunia Pendidikan

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Pendidikan Itu Mahal, yang Murah Hanya Gaji Gurunya

Selasa, 12 Mei 2026 | 09:02 WIB

ChatGPT dan Masa Depan Dunia Pendidikan

Minggu, 10 Mei 2026 | 08:12 WIB
↑ Kembali ke atas
Disiplin Menjadi Nafas Pendidikan Yayasan AR-RAUDHOTUN NUR Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Semangat Pengabdian

Bagikan artikel ini melalui