FOPI, yang terdiri dari berbagai asosiasi penyiaran, menekankan pentingnya kolaborasi. Kolaborasi ini melibatkan media, pemerintah, platform digital, dan publik.
Tujuannya adalah menghadirkan informasi yang akurat sekaligus menjaga keberlanjutan industri media. Selain itu, Dewan Pers juga mendorong lahirnya regulasi yang memberikan perlindungan terhadap karya jurnalistik.
Ini termasuk percepatan undang-undang hak cipta jurnalistik serta gagasan no tax for knowledge. Komaruddin mengajak insan pers untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi.
“Pers Indonesia harus membuktikan diri sebagai pilar utama dalam menciptakan masa depan yang demokratis, damai, adil, dan berkelanjutan,” tutup Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat.
***