"FSMI akan berkoordinasi intensif dengan Dispora Provinsi Banten untuk pematangan persiapan teknis serta memastikan kemudahan akses bagi seluruh peserta," kata Ketua Umum FSMI, Erick Tuapattinaya.
Ia menjelaskan, penunjukan Banten, khususnya wilayah Tangerang, didasarkan pada kesiapan fasilitas olahraga. Fasilitas tersebut telah memenuhi standar internasional.
Hingga saat ini, dua lokasi diajukan sebagai venue sementara. Lokasi tersebut adalah Indomilk Arena dan British School Jakarta Bintaro Tangerang Selatan.
Keduanya dinilai sesuai dengan regulasi World Mini Football Federation . Erick memaparkan, FSMI merupakan federasi yang berafiliasi resmi dengan WMF.
WMF sendiri beranggotakan lebih dari 130 negara dan telah berdiri sejak 2008. Di tingkat nasional, FSMI berdiri sejak 2016.
Federasi ini terus menunjukkan perkembangan signifikan. Dalam rekam jejaknya, Indonesia melalui FSMI telah berpartisipasi pada ajang Piala Dunia Mini Football di Azerbaijan tahun 2025.
Indonesia juga mencatat prestasi sebagai runner-up Piala Asia di Sharjah, Uni Emirat Arab, setelah kalah dari Iran di partai final.
"Penyelenggaraan Piala Asia Mini Football di Banten 2026 mendatang diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan sektor sport tourism. Apalagi dengan kehadiran peserta dari berbagai kawasan, mulai dari Timur Tengah hingga Australia," tutup Ketua Umum FSMI, Erick Tuapattinaya.
***