Kamis, 8 Oktober 2026

Jerih Payah yang Ternoda: Ketika TPG Guru Masih Dipotong “Biaya Tak Resmi”

BAGIKAN:
Jerih Payah yang Ternoda: Ketika TPG Guru Masih Dipotong “Bi...
0
Jerih Payah yang Ternoda: Ketika TPG Guru Masih Dipotong “Biaya Tak Resmi”

Di sisi lain, keberanian dari para guru juga menjadi kunci penting. Memang tidak mudah untuk melawan arus yang sudah lama terbentuk, apalagi jika ada risiko terhadap kelancaran hak yang mereka terima. Namun perubahan tidak akan pernah terjadi jika semua pihak memilih diam. Perlu ada ruang aman bagi guru untuk melaporkan praktik-praktik yang tidak sesuai, tanpa takut akan adanya tekanan atau intimidasi.

Selain itu, perlu juga dilakukan perubahan paradigma di kalangan guru itu sendiri. Memberikan uang dengan alasan “terima kasih” dalam konteks pelayanan yang memang sudah menjadi tugas seseorang bukanlah bentuk kebaikan, melainkan kontribusi terhadap pelanggengan praktik yang salah. Rasa terima kasih seharusnya diwujudkan dalam bentuk lain yang tidak melanggar aturan dan tidak merusak sistem.

Pada akhirnya, persoalan ini bukan hanya tentang uang, tetapi tentang nilai. Tentang bagaimana kita memandang kejujuran, tanggung jawab, dan profesionalitas dalam dunia pendidikan. Jika kita benar-benar ingin menciptakan generasi yang berintegritas, maka sistem yang membentuk mereka juga harus bersih dari praktik-praktik yang menyimpang.

TPG adalah hak guru. Ia bukan hadiah, bukan pula sesuatu yang harus “diperjuangkan” dengan cara-cara yang tidak semestinya. Ketika seorang guru telah memenuhi seluruh syarat yang ditentukan, maka sudah seharusnya ia menerima hak tersebut secara utuh, tanpa potongan, tanpa syarat tambahan yang dibuat-buat.

Membiarkan praktik “biaya pemberkasan” terus berlangsung sama saja dengan menormalisasi ketidakadilan. Dan jika dunia pendidikan saja tidak mampu menjaga integritasnya, lalu kepada siapa lagi kita berharap untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan di negeri ini.

Anggaran Melimpah Guru Tetap Mengalah
Artikel Selanjutnya

Anggaran Melimpah Guru Tetap Mengalah

Kontributor: Insan Faisal Ibrahim
Diterbitkan: 11 April 2026, 06:03 WIB · Diperbarui: 11 April 2026, 12:50 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Cegah Bullying Sejak Dini, Polsek Carenang Edukasi Siswa SDN Binuang

Konten Redaksi Kamis, 24 September 2026 | 18:23 WIB

Dari Biang Sabun Jadi Cuan, Siswa Belajar Produksi hingga Pemasaran Sabun Cuci Piring

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 15:38 WIB

Edukasi Wudhu di Tengah Kemarau Ajarkan Siswa Bijak Menggunakan Air

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 07:38 WIB

Bangun Jiwa Technopreneur, Mahasiswa PK Terapkan Pembelajaran Berbasis Proyek di SMK Sawunggalih

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 01:29 WIB

Menanamkan Nasionalisme Sejak Dini, RA Ar-Raudhotun Nur Gelar Pengibaran Bendera Merah Putih

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 22 September 2026 | 05:04 WIB

Evaluasi Program MIRUN, MIS Ar-Raudhotun Nur Bangun Kesadaran Siswa Peduli Lingkungan

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Selasa, 22 September 2026 | 01:29 WIB

Kandungan Gizi Terbuka, MBG di MIS Ar-Raudhotun Nur Beri Rasa Aman bagi Penerima Manfaat

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB

Tingkatkan Literasi, Warga Binaan Lapas Bandanaira Belajar Baca Tulis

Konten dari Pengguna Siaran Pers Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB