DISTRIKBANTENNEWS.COM, Jakarta - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, bersama jajaran Seksi Kegiatan Kerja meninjau Sarana Asimilasi dan Edukasi 1 pada Kamis (2/4/2026). Kunjungan ini untuk memastikan penggarapan lahan dan persiapan budidaya kangkung berjalan optimal.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian Warga Binaan. Ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung program ketahanan pangan berbasis pemanfaatan lahan produktif.
Warga Binaan bahu-membahu membersihkan lahan, menggemburkan tanah, hingga menyiapkan media tanam. Sementara itu, Kalapas dan para petugas melakukan pengawasan.
Program ini tidak hanya menciptakan lingkungan produktif, tetapi juga memberikan bekal keterampilan bagi Warga Binaan. Tujuannya agar mereka dapat mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Yugo Indra Wicaksi menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan rutin. Menurutnya, ini adalah investasi jangka panjang bagi Warga Binaan.
"Kami ingin menjadikan lahan ini sebagai sarana pembinaan yang nyata. Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali keterampilan yang bermanfaat," ujar Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi.
"Program ketahanan pangan ini diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian dan menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat," tambahnya. Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Indra Wahyudi, menjelaskan pemilihan kangkung sebagai komoditas awal memiliki nilai strategis.
Kangkung dikenal sebagai tanaman yang mudah dibudidayakan.
"Kangkung juga cepat panen dan memiliki nilai ekonomi. Ini sangat cocok sebagai tahap awal pembinaan keterampilan di bidang hortikultura bagi Warga Binaan," kata Indra Wahyudi.
"Lebih dari sekadar aktivitas bercocok tanam, kegiatan ini mencerminkan penguatan pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan," tutup Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi.
"Dengan keterlibatan aktif seluruh pihak, Lapas Narkotika Karang Intan terus menghadirkan program yang produktif dan bermanfaat, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat."
***