DISTRIKBANTENNEWS.COM, Banjarmasin - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin menebar sebanyak 2.000 bibit ikan lele di kolam budidaya perikanan SAE 1. Kegiatan ini dilakukan pada Rabu kemarin (25/3/2026)sebagai bagian dari pembinaan kemandirian Warga Binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, serta Pelaksana Harian Kepala Subseksi Sarana Kerja, Muhammad Isnandar.
Akhmad Herriansyah menegaskan budidaya perikanan menjadi strategi pembinaan untuk meningkatkan keterampilan. Program ini juga diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan.
“Program ini kami dorong agar Warga Binaan memiliki kompetensi yang aplikatif. Tidak hanya produktif selama menjalani masa pidana, tetapi juga siap mandiri saat kembali ke masyarakat,” ujar Akhmad Herriansyah.
Pemanfaatan Kolam SAE 1 dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Warga Binaan dilibatkan dalam seluruh proses budidaya, mulai dari penebaran bibit, perawatan, hingga pemantauan pertumbuhan ikan.
Keterlibatan aktif Warga Binaan menjadi kunci dalam membangun pola pembinaan yang efektif dan berdaya guna. bertujuan untuk membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab.
“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga dibentuk kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” jelas Bagus Paras Etika. Salah satu Warga Binaan berinisial RS mengungkapkan program ini memberikan pengalaman berharga.
Ia juga merasakan adanya harapan baru untuk masa depan.
“Kami belajar langsung dari praktik. Harapannya, ini bisa menjadi bekal untuk memulai usaha setelah bebas nanti,” kata Warga Binaan RS.
“Langkah ini menegaskan pembinaan di Lapas tidak berhenti pada aspek pembinaan kepribadian semata, tetapi juga menyentuh kemandirian ekonomi. Dari kolam SAE 1, upaya kecil itu terus bergerak menuju tujuan besar: Warga Binaan yang siap kembali dan berdaya di tengah masyarakat,” tutup Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah.
***