DISTRIKBANTENNEWS.COM, Jakarta - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyapa langsung warga binaan dan keluarga mereka. Momen kunjungan pada Kamis (26/3/2026)itu berlangsung di Lapas Karang Intan dengan suasana haru dan penuh kehangatan.
Yugo Indra Wicaksi tampak berbaur di tengah ramainya ruang kunjungan. Ia menyalami dan berbincang hangat dengan para pengunjung serta warga binaan.
Senyum dan raut bahagia terpancar dari wajah mereka yang akhirnya dapat bertatap muka setelah sekian lama terpisah. Kehadiran Kalapas ini menjadi bentuk nyata perhatian dan kepedulian terhadap kondisi psikologis warga binaan.
Interaksi yang terjalin menciptakan suasana yang lebih humanis. sekaligus memperkuat semangat pembinaan berbasis kekeluargaan di Lapas Narkotika Karang Intan.
"Momentum ini bukan hanya tentang pertemuan, tetapi juga tentang mempererat kembali hubungan yang sempat terpisah," ujar Kalapas Yugo Indra Wicaksi.
Ia menambahkan, pihaknya ingin memastikan bahwa warga binaan tetap merasakan kehangatan keluarga. Dukungan keluarga disebutnya sebagai kunci penting dalam proses pembinaan.
Yugo Indra Wicaksi juga menegaskan bahwa layanan kunjungan yang optimal merupakan komitmen Lapas. Ini adalah upaya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Salah satu warga binaan, AF, turut mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. Baginya, kesempatan bertemu keluarga menjadi sumber kekuatan untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.
"Saya sangat bersyukur bisa bertemu keluarga. Kehadiran mereka memberi saya semangat baru untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya," ungkap AF.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa harapan untuk berubah dan kembali ke masyarakat selalu hidup," pungkas Kalapas Yugo Indra Wicaksi.
"Melalui pendekatan yang humanis dan penuh empati, Lapas Narkotika Karang Intan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang bermakna, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas."
***