DISTRIKBANTENNEWS.COM, Wahai - Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai bersama Kepolisian Sektor Wahai menggelar inspeksi mendadak (sidak) di area blok hunian warga binaan. Razia gabungan ini dilaksanakan pada Selasa kemarin (24/3/2026) malam.
Sidak tersebut bertujuan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban (kamtib) tetap kondusif usai perayaan Idulfitri. Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh dan sistematis, meliputi pemeriksaan badan warga binaan hingga penyisiran ke setiap sudut kamar.
Ini merupakan komitmen deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Langkah ini juga bagian dari Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victo Noya, menjelaskan pentingnya sinergi antarinstansi.
"Momentum setelah Lebara biasanya memiliki tingkat kerawanan tersendiri. Oleh karena itu, kami bersama rekan-rekan dari Polsek Wahai bersinergi melakukan razia untuk memastikan tidak ada barang-barang terlarang yang masuk dan disembunyikan Warga Binaan. Ini adalah langkah preventif kami untuk menjaga agar Lapas Wahai tetap dalam keadaan aman dan tertib," ujarnya. Dukungan terhadap langkah tegas yang diambil pihak Lapas juga disampaikan perwakilan Polsek Wahai, Ajun Inspektur Polisi Dua R.
Minangkabau.
"Kehadiran kami adalah komitmen kepolisian dalam mendukung Lapas Wahai. Kami ingin memastikan lingkungan Lapas benar-benar bersih dari barang terlarang yang dapat memicu gangguan keamanan. Sinergi APH akan terus kami pelihara demi menjaga kondusivitas. Tidak hanya d Lapas, tetapi juga di wilayah hukum Wahai secara keseluruhan," ungkapnya. Dalam razia yang berlangsung tertib dan mengedepankan pendekatan humanis tersebut, petugas gabungan tidak menemukan adanya narkoba maupun telepon genggam.
Namun, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang dilarang beredar di blok hunian. Barang-barang yang disita antara lain tujuh kartu domino, lima alat cukur, dan tiga silet.
Petugas juga mengamankan lima paku, tiga botol kaca, satu obat, dan tiga korek api. Selain itu, satu bando, satu peniti, satu klip kertas, dan satu anting turut disita.