Presiden Prabowo juga menyoroti perubahan lanskap global yang semakin terhubung. Setiap konflik di satu kawasan kini dapat berdampak luas terhadap negara lain.
Ia mencontohkan Perang Rusia-Ukraina yang memicu lonjakan harga pangan dunia. terjadi akibat terganggunya pasokan gandum dan jagung.
“Perang Ukraina berdampak ke kita karena gandum dan jagung naik,” kata Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting. Ketergantungan terhadap impor pangan memiliki risiko tinggi di tengah ketidakpastian global.
Oleh karena itu, Indonesia harus memperkuat kemandirian pangan. Caranya dengan memaksimalkan potensi dalam negeri.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat kebijakan strategis di sektor pertanian. Ini mencakup peningkatan kesejahteraan petani, stabilisasi harga, serta jaminan distribusi pangan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Kalau 200 tahun lalu perang di Eropa tidak berpengaruh untuk kita. Biar saja Inggris sama Jerman perang atau Prancis dll. Sekarang perang di mana saja berpengaruh,” kata Presiden Prabowo.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah optimis Indonesia dapat mencapai kedaulatan pangan yang berkelanjutan. Ini sekaligus memperkuat posisi bangsa di tengah tantangan global.