Ikuti Kami
Minggu, 4 Oktober 2026 ⚡ Versi Web
Konten Redaksi

Efisiensi APBN Terhambat, Program Makan Gratis Jadi Sorotan

Penulis: Redaksi
Jumat, 20 Maret 2026 | 13:54 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Pemangkasan 25–40 persen dapat menghasilkan efisiensi Rp10–15 triliun.

"Di luar angka-angka tersebut, persoalan utamanya adalah sifat dari ruang efisiensi yang tersisa," ujar Haidar Alwi.

Haidar Alwi, Pendiri Haidar Alwi Institute sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB. Ia menjelaskan, sebelumnya efisiensi bisa dilakukan dengan menyasar "lemak" birokrasi, namun kini sebagian lemak itu sudah hilang.

"Yang tersisa adalah otot, dan memotongnya akan terasa," tambahnya.

"Efisiensi tidak lagi sekadar soal teknis anggaran, melainkan telah berubah menjadi keputusan politik yang penuh risiko. Dalam konteks global yang tidak pasti, dengan potensi lonjakan harga energi, tekanan nilai tukar, dan kenaikan biaya utang, APBN membutuhkan bantalan fiskal. Namun bantalan itu tidak bisa lagi dicari dengan cara lama," pungkas Haidar Alwi melalui siaran persnya, Jumat, (20/3/26). 

"Ruang efisiensi masih ada, tetapi tidak lagi luas, tidak lagi mudah, dan tidak lagi murah secara politik. Jika realitas ini diabaikan, maka yang terjadi bukan sekadar kesalahan perhitungan, melainkan kesalahan membaca keadaan." tutupnya. 

***

Penulis: Redaksi
Jumat, 20 Maret 2026 | 13:54 WIB
Sumber: Rilis
Artikel Selanjutnya

Presiden Prabowo Tegaskan Pertanian Pilar Kedaulatan Pangan Bangsa

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Efisiensi APBN Terhambat, Program Makan Gratis Jadi Sorotan

Bagikan artikel ini melalui