Ikuti Kami
Minggu, 4 Oktober 2026 ⚡ Versi Web
Konten Redaksi

Efisiensi APBN Terhambat, Program Makan Gratis Jadi Sorotan

Penulis: Redaksi
Jumat, 20 Maret 2026 | 13:54 WIB
Facebook
X
WhatsApp
Lainnya

Angka ini sering dijadikan dasar bahwa ruang efisiensi masih besar, namun logika tersebut mengabaikan struktur belanja.

Beberapa pos utama justru sudah tidak fleksibel.

Pos pendidikan tersisa sekitar Rp459,7 triliun setelah direalokasi Rp223,6 triliun. Pos kesehatan tersisa sekitar Rp153,1 triliun setelah direalokasi Rp24,7 triliun.

Sementara itu, pos perlindungan sosial sekitar Rp279,5 triliun tidak bisa dipotong tanpa risiko sosial. Dengan demikian, ruang efisiensi tidak lagi berada di sektor-sektor tersebut.

Yang tersisa adalah belanja negara yang selama ini jarang disentuh, yaitu birokrasi, proyek, dan belanja non-esensial.

Jika dihitung ulang secara realistis, ruang efisiensi kini berada di kisaran Rp140 hingga Rp205 triliun.

Haidar Alwi mengidentifikasi enam area potensi efisiensi. Pertama, program dukungan manajemen yang tersebar di hampir seluruh kementerian/lembaga, dengan nilai agregat diperkirakan Rp400–500 triliun.

Sekitar Rp67 triliun dari pos ini sudah digunakan untuk MBG.

Penulis: Redaksi
Jumat, 20 Maret 2026 | 13:54 WIB
Sumber: Rilis
Artikel Selanjutnya

Presiden Prabowo Tegaskan Pertanian Pilar Kedaulatan Pangan Bangsa

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas
Efisiensi APBN Terhambat, Program Makan Gratis Jadi Sorotan

Bagikan artikel ini melalui