Dedi Prasetyo juga menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci. Ini penting agar institusi kepolisian dapat menjawab ekspektasi publik yang semakin tinggi.
Ke-39 buku tersebut mencakup berbagai bidang strategis kepolisian. Topiknya mulai dari strategi keamanan dan kamtibmas, penanganan terorisme, hingga kejahatan transnasional.
Buku-buku itu juga membahas penguatan sumber daya manusia Polri, kebijakan publik, ketahanan pangan, dan mitigasi bencana. Beberapa karya turut membahas inovasi dan adaptasi Polri terhadap perkembangan zaman.
Contohnya pemanfaatan teknologi kepolisian dalam dinamika keamanan modern. Ada juga manajemen media sebagai sistem pendingin untuk menjaga stabilitas keamanan.
Selain itu, dibahas pula reformasi internal melalui sistem meritokrasi jabatan dan pengembangan karier berbasis kompetensi. Melalui karya-karya ini, Wakapolri berupaya menghadirkan perspektif kepolisian yang lebih komprehensif.
Pendekatan keamanan tidak lagi dipahami semata sebagai penegakan hukum. Namun, juga sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan terdaftarnya puluhan buku ini dalam HAKI, karya-karya tersebut kini memiliki perlindungan hukum sebagai aset intelektual. Karya-karya ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi anggota Polri, akademisi, praktisi hukum, hingga masyarakat luas.
"Polri perlu dibekali wawasan dan keilmuan yang cukup untuk bisa memenuhi ekspektasi ideal masyarakat Indonesia terhadap institusi kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya," tutup Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo.
***