Minggu, 5 Juli 2026
Login Kirim Tulisan

Menteri Pertahanan AS Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Terluka

BAGIKAN:
Menteri Pertahanan AS Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba...
0
Menteri Pertahanan AS Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Terluka
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei terluka akibat serangan Amerika Serikat-Israel. (Dok. Ist)
Iklan

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, terluka. Ia menyebut Mojtaba kemungkinan mengalami cacat fisik akibat serangan AS-Israel.

Klaim ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa Mojtaba masih hidup namun cedera. Trump menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis lalu (12/3/2026).

Berbagai spekulasi tentang kondisi Mojtaba muncul karena ia belum pernah tampil langsung di hadapan publik Iran. Mojtaba diumumkan terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru negara Syiah itu pada 1 Maret lalu.

Otoritas Iran juga belum merilis foto terbaru Mojtaba sejak rentetan serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut menewaskan sebagian besar keluarganya, termasuk mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, ibundanya, dan istrinya.

Pernyataan perdana Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran disampaikan secara tertulis. Pernyataan itu dibacakan oleh presenter televisi pemerintah Iran pada Kamis lalu (12/3/2026).

Dalam pernyataan tersebut, Mojtaba berjanji akan tetap menutup Selat Hormuz. Ia juga menyerukan negara-negara tetangga Iran untuk menutup pangkalan militer AS di wilayah mereka, atau berisiko menjadi sasaran serangan Teheran.

"Kita mengetahui bahwa pemimpin yang disebut-sebut tidak begitu tertinggi itu terluka dan kemungkinan mengalami cacat fisik," ujar Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, seperti dilansir Reuters pada Sabtu kemarin (14/3/2026).

"Dia merilis pernyataan kemarin. Pernyataan yang lemah, sebenarnya, tetapi tidak ada suara dan tidak ada video. Itu adalah pernyataan tertulis," tutup Hegseth.

***

Iklan
Imigrasi Tingkatkan Kesiapsiagaan Bandara, Ribuan Penumpang Terdampak Konflik Timur Tengah
Artikel Selanjutnya

Imigrasi Tingkatkan Kesiapsiagaan Bandara, Ribuan Penumpang Terdampak Konflik Timur Tengah

Iklan
Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 15 Maret 2026, 01:10 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini