Senin, 17 Agustus 2026
Login Kirim Tulisan

Desa Wota Wati Gunungkidul Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Green Tourism

BAGIKAN:
Desa Wota Wati Gunungkidul Dikembangkan Jadi Destinasi Wisat...
0
Desa Wota Wati Gunungkidul Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Green Tourism
Desa Wota Wati di Gunungkidul dikembangkan menjadi destinasi wisata bertema green tourism dengan dukungan dana keistimewaan. (Dok. Google/maps)
Iklan

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Yogyakarta - Desa Wota Wati di Gunungkidul, Yogyakarta, kini tengah dikembangkan sebagai destinasi wisata bertema green tourism. Pengembangan ini didukung Dana Keistimewaan sebesar Rp 5 miliar yang diterima sejak Juni 2024.

Desa unik ini terletak di lembah perbukitan karst, dikelilingi pegunungan tinggi dan tebing curam. Lokasinya juga berada di bekas aliran Sungai Bengawan Solo Purba, menambah keunikan geografisnya.

Dana Keistimewaan tersebut digunakan untuk mempercantik kawasan desa. Penataan fasad rumah bergaya klasik dengan bata merah khas Majapahit dan Mataram Kuno menjadi fokus utama.

Nama Wota Wati sendiri memiliki sejarah unik, berasal dari kata "Wot" yang berarti jembatan kecil. Jembatan ini dahulu dipakai untuk menyeberangi sungai-sungai di lembah bekas aliran Sungai Bengawan Solo Purba.

Menurut cerita masyarakat, sekelompok bangsawan dan prajurit Majapahit tiba di kawasan ini setelah perang saudara.

Mereka sering melintasi sungai menggunakan jembatan, sehingga berujar "bola-bali ngewot" dan menamai tempat itu desa Wota Wati. Keunikan lain desa ini adalah lokasinya yang dikelilingi tebing karst.

Akibatnya, sinar matahari baru menyinari desa sekitar pukul 08.00 WIB dan mulai gelap pada pukul 16.30 WIB. Selain penataan fasad rumah, pembangunan pagar artistik dan joglo tradisional juga dilakukan di desa tersebut.

Hingga saat ini, sebanyak 79 dari total 83 rumah di Wota Wati sudah dihias dengan estetika tempo dulu. Pemerintah lokal fokus mengembangkan Wota Wati sebagai desa wisata green tourism.

Konsep ini mengutamakan pengalaman berkualitas bagi pengunjung, bukan sekadar kuantitas. Beberapa fasilitas dan aktivitas yang ditawarkan meliputi homestay dari rumah warga dan camping ground.

Ada pula wisata pertanian dan peternakan terpadu, serta jalur trekking menuju Pantai Sadeng. Pendopo desa juga disiapkan sebagai balai budaya untuk menunjang kegiatan wisata.

Untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis potensi desa, bimbingan teknis bagi pelaku kuliner lokal telah diselenggarakan.

***

Iklan
Gubernur Banten Andra Soni Lepas 1.570 Pemudik Gunung Kidul di Tangerang
Artikel Selanjutnya

Gubernur Banten Andra Soni Lepas 1.570 Pemudik Gunung Kidul di Tangerang

Iklan
Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 15 Maret 2026, 18:11 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini