Sabtu, 3 Oktober 2026

Harga Minyak Mentah Indonesia Februari 2026 Naik USD4,38 Per Barel

BAGIKAN:
Harga Minyak Mentah Indonesia Februari 2026 Naik USD4,38 Per...
0
Harga Minyak Mentah Indonesia Februari 2026 Naik USD4,38 Per Barel
Pemerintah menetapkan kenaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia menjadi USD68,79 per barel pada Februari 2026. (Dok. Ist)

DISTRIKBANTENNEWS.COM, Jakarta - Pemerintah menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia pada Februari 2026 mencapai USD68,79 per barel. Angka ini menunjukkan kenaikan USD4,38 dibandingkan bulan sebelumnya, Januari 2026, yang tercatat USD64,41 per barel.

Penetapan harga ICP tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 115.K/MG.03/MEM.M/2026. Kenaikan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berkembang di pasar minyak global.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaiman, menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia.

“Kenaikan ICP pada Februari 2026 dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi di pasar minyak global, antara lain meningkatnya risiko geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia,” ujar Laode Sulaiman di Jakarta, pada Selasa lalu (10/3/2026).

Ia menambahkan, ketegangan geopolitik memicu respons kebijakan dan aktivitas militer di kawasan strategis. Termasuk latihan militer di wilayah perairan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi jalur distribusi energi global.

Selain itu, serangan terhadap sejumlah fasilitas energi di Rusia juga turut meningkatkan sentimen pasar. memicu kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan minyak dunia.

Laode Sulaiman juga menyebutkan bahwa pergerakan harga minyak dipengaruhi oleh kondisi pasokan minyak dunia. Laporan International Energy Agency menunjukkan adanya penurunan produksi minyak global.

“Penurunan produksi terjadi pada awal tahun 2026, termasuk penurunan produksi dari negara-negara OPEC+. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap semakin ketatnya keseimbangan pasokan minyak di pasar global,” tutup Laode Sulaiman.

***

Ekonomi Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, Sumbar Mulai Pulih
Artikel Selanjutnya

Ekonomi Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, Sumbar Mulai Pulih

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 12 Maret 2026, 08:52 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

DPRD Setujui APBD Perubahan 2026, Andra Soni Fokus Kejar Target RPJMD

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 15:09 WIB

Rupiah Anjlok per Hari Ini, Dolar AS Makin Perkasa

Konten Redaksi Senin, 28 September 2026 | 16:42 WIB

Notaris Jember Ungkap Aspek Hukum Pendirian PT oleh Pasangan Suami Istri

Konten dari Pengguna Opini Minggu, 27 September 2026 | 20:48 WIB

Dimyati: Banten Punya Modal Kuat Jadi Pusat Industri Halal

Konten Redaksi Jumat, 25 September 2026 | 16:34 WIB

Dari Biang Sabun Jadi Cuan, Siswa Belajar Produksi hingga Pemasaran Sabun Cuci Piring

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 15:38 WIB

Pemprov Banten Dorong Pemerataan Ekonomi Digital

Konten Redaksi Kamis, 24 September 2026 | 06:08 WIB

KKN Tematik Wasesa Unimus Dampingi 676 Warga Kalicari Manfaatkan Layanan Administrasi Kependudukan Digital

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 19 September 2026 | 09:49 WIB

Manfaatkan Lahan Idle, Warga Binaan Lapas Batang Belajar Budidaya Melon melalui Polybag

Konten dari Pengguna Siaran Pers Jumat, 11 September 2026 | 11:00 WIB

Rupiah Menguat, Tembus Rp17.640 per Dolar

Konten Redaksi Senin, 7 September 2026 | 19:46 WIB