"Sehingga, perlu diberikan sebuah edukasi oleh Kaka Adam. Alhamdulillah mereka semangat dan mudah-mudahan setelah ini konten-konten OPD lebih baik, lebih kepada berkebutuhan masyarakat," ungkapnya. Menurut Surtaman, kemampuan literasi digital sangat penting untuk membuat konten media sosial yang baik.
Konten tersebut harus terkait dengan kinerja OPD.
"Karena perlu diingat, seluruh kinerja OPD bisa terlihat jika ditampilkan di media sosial," paparnya. Sementara itu, Konten Kreator Adam Badru Janedra mengatakan banyak konten pemerintah yang di-skip karena dianggap tidak penting.
Namun, konten pemerintah bisa bagus jika memahami tiga pilar. Tiga pilar tersebut adalah hook atau elemen pembuka dengan durasi tiga detik, nilai (value) yang jelas, dan bahasa yang menarik atau lucu (funny).
"Di awal itu beberapa teman-teman juga tadi banyak bilang kalau dia lupa bikin hook. Value-nya memang dapat tapi hook-nya sama ajakan orangnya untuk bisa berbuat itu belum ada," ujar Adam.
Adam menambahkan, konten pemerintahan bisa menarik minat warga jika menggunakan bahasa yang tidak berat.
"Pakai bahasanya yang tidak berat, tapi pakai bahasa yang humanis dan bahasa yang netral," tutup Adam.
***