“Pasar merupakan simpul budaya tempat berbagai karakter masyarakat berkumpul. Karena itu, kebersihan pasar rakyat seharusnya juga mencerminkan budaya bersih masyarakatnya. Ini yang terus didorong melalui inisiatif yang digagas oleh Bapak Menteri Perdagangan,” kata Hanif Faisol Nurofiq.
Hanif juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat, pengelola kawasan, hingga masyarakat, untuk bersama-sama memperkuat upaya pengelolaan sampah dari hulu.
“Kami mengajak semua pihak untuk bergotong royong menangani persoalan sampah ini. Tanpa kerja bersama, permasalahan sampah tidak akan selesai. Karena itu, mari kita mulai membenahi dari sekarang,” tambah Hanif. Pedagang telur di Pasar Kramat Jati, Ati, menyambut baik kegiatan aksi bersih pasar yang dilakukan pemerintah.
Menurut Ati, kegiatan tersebut membuat lingkungan pasar menjadi lebih bersih dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. Ati menambahkan, kegiatan bersih-bersih di pasar sebelumnya juga telah rutin dilakukan oleh pihak kelurahan setempat.
Di sisi lain, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan Pemerintah Kota Jakarta Timur terus menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait pengelolaan sampah. khususnya melalui program pemilahan sampah berbasis rumah tangga dan lingkungan rukun warga.
Menurut Munjirin, program tersebut saat ini terus disosialisasikan secara masif kepada masyarakat. Sosialisasi bahkan dilakukan dari rumah ke rumah.
“Saat ini, di beberapa kecamatan seperti Cipayung, Ciracas, Kramat Jati, dan Pasar Rebo sudah tersedia bank sampah induk yang terpusat di Ciracas untuk menampung sampah anorganik. Program ini merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat agar pemilahan sampah dapat dimulai dari tingkat rumah tangga,” pungkas Munjirin.
***