Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat Kota Cilegon.
“Saya meyakini apabila literasi masyarakat meningkat, maka kesejahteraan masyarakatnya juga akan meningkat,” katanya. Ia juga menyoroti bahwa DPK selama ini hanya dikenal dengan kampanye peningkatan budaya literasi.
Padahal, DPK juga mengurusi kearsipan yang dinilai belum mendapat perhatian.
“Padahal akhir-akhir ini Cilegon sering dilanda bencana alam seperti banjir, kebakaran dan lain sebagainya. Dalam kondisi seperti itu yang diselamatkan bukan hanya korban tapi juga arsip. Nah, kita di DPK siap membantu masyarakat dalam hal arsip. Minimal arsip digital,” jelas Ismatullah. Sedangkan perwakilan dari Bapperida Kota Cilegon, Danang Triwibowo, mengatakan bahwa hasil dari pertemuan tersebut akan menjadi bahan baku rancangan awal.
Rancangan ini nantinya menjadi rencana kerja di tingkat kota. Forum ini juga diakhiri dengan penandatanganan berita acara oleh para stakeholder.
“Nanti kami dari Bapperida menyatukan program prioritas pimpinan daerah dengan usulan yang disampaikan masyarakat melalui Musrenbang maupun reses DPRD,” tutup Danang Triwibowo.
***