Syamsuddin mengatakan dirinya bersama rombongan sempat meninjau langsung sejumlah lokasi kegiatan TMMD. Mereka berkeliling menggunakan sepeda motor.
Dari hasil peninjauan tersebut, ia menilai capaian pekerjaan yang dilakukan melalui program TMMD sangat signifikan. Menurutnya, jika pembangunan tersebut dikerjakan oleh pihak ketiga atau kontraktor swasta, hasilnya belum tentu dapat sejauh yang dicapai melalui program TMMD.
“Kalau dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan pihak ketiga, belum tentu bisa sejauh ini hasilnya,” ujar Syamsuddin.
Ia menjelaskan keberhasilan TMMD tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik seperti jalan dan fasilitas umum. Namun juga dari program nonfisik yang dijalankan bersamaan dengan kegiatan tersebut.
Program nonfisik itu, kata dia, biasanya tidak tersentuh jika pembangunan hanya dilakukan oleh pihak swasta.
“Di samping kegiatan fisik, ada juga kegiatan nonfisik. Ini yang biasanya tidak pernah disentuh oleh pihak ketiga ketika melaksanakan proyek pembangunan,” kata Syamsuddin.
Syamsuddin menilai pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip bahwa TNI lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Melalui kegiatan TMMD, kedekatan antara aparat dengan masyarakat dapat terbangun.
Hal ini memperkuat hubungan sosial sekaligus mendukung program pembangunan ke depan. Ia juga menyampaikan gagasan untuk melanjutkan pola kegiatan seperti TMMD telah disampaikan oleh Korem 064/Maulana Yusuf.