Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. dalam Press Conference Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 dan Pengamanan Nasional di Kantor Staf Presiden, Rabu (11 Maret 2026).
Layanan 110 dirancang untuk memangkas birokrasi pelaporan dan mempercepat respons petugas di lapangan. Pemudik bisa langsung terhubung dengan Command Center Polda atau Polres terdekat dalam situasi darurat.
"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi dapat dirasakan hanya dalam genggaman tangan melalui layanan 110. Saat laporan masuk, sistem akan melacak posisi pelapor dan menginstruksikan petugas di posko terdekat untuk bergerak dalam hitungan menit," jelas Wakapolri Dedi Prasetyo. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan Polri yang semakin presisi, cepat, dan responsif.
Ini terutama untuk kebutuhan masyarakat dalam situasi kedaruratan di tengah mobilitas tinggi saat mudik Lebaran. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno juga menekankan pentingnya integrasi layanan publik.
Keberhasilan pengelolaan mudik nasional sangat bergantung pada sinergi lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah juga menyiagakan 386 posko layanan komunikasi dan sekitar 2.700 pos layanan kesehatan.
Fasilitas ini untuk memastikan masyarakat memperoleh bantuan secara cepat jika menghadapi kendala selama perjalanan. Sinergi antara kesiapan pengamanan Polri, digitalisasi layanan darurat 110, serta integrasi layanan lintas sektor menandai babak baru manajemen mudik nasional.
Pendekatan ini mengedepankan ekosistem responsif.
"Sistem ini memungkinkan setiap kendala pemudik dapat terdeteksi lebih cepat, diproses secara real-time, dan ditindaklanjuti secara efektif oleh petugas di lapangan. Melalui pendekatan ini, Polri berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan tenang, sekaligus merasakan kehadiran negara yang sigap melindungi warganya di setiap perjalanan menuju kampung halaman," tutup Komjen Pol.