Forum ini juga merumuskan sikap organisasi terhadap berbagai isu strategis yang dihadapi industri media saat ini.
“Rapimnas ini merupakan panggilan bagi SMSI untuk memberikan kontribusi nyata kepada bangsa dan negara,” ujar Firdaus dalam sambutannya.
Firdaus menerangkan, SMSI lahir sebagai rumah bersama bagi media startup dan media lokal. Banyak di antaranya didirikan oleh wartawan profesional, termasuk mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja dari perusahaan media besar.
Menurutnya, tidak sedikit jurnalis berpengalaman yang terpaksa beralih profesi demi bertahan hidup.
“Ada wartawan yang terpaksa memulai usaha kecil seperti menjadi tukang bakso. Padahal kemampuan mereka sebagai jurnalis sangat dibutuhkan untuk memberi kontribusi bagi pemerintah, bangsa, dan negara,” katanya. Oleh karena itu, SMSI mendorong para wartawan di daerah agar tetap menyalurkan idealisme jurnalistik.
Caranya dengan mendirikan dan mengelola perusahaan media sendiri.
“Itulah latar belakang SMSI berdiri, menjaga idealisme wartawan atau jurnalis,” tegasnya. Firdaus mengakui perjalanan SMSI selama sembilan tahun tidaklah mudah.
Berbagai tantangan internal dan eksternal terus dihadapi oleh organisasi tersebut. Saat ini, SMSI memiliki 3.181 perusahaan pers anggota, yang sebagian besar merupakan perusahaan media startup dengan sumber daya terbatas.