Sabtu, 3 Oktober 2026

Mengapa China Murka atas Kematian Pemimpin Tertinggi Iran?

BAGIKAN:
Mengapa China Murka atas Kematian Pemimpin Tertinggi Iran?
0
Mengapa China Murka atas Kematian Pemimpin Tertinggi Iran?
Pemerintah China mengecam keras serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, menyebutnya pelanggaran kedaulatan negara. (Dok. Ist)

Selama masa transisi, tugas kepemimpinan tertinggi akan dijalankan secara kolektif. Tiga pihak yang mengambil alih tanggung jawab tersebut adalah presiden Iran, ketua lembaga peradilan, serta seorang anggota dari Dewan Wali Iran.

Serangan di Teheran itu juga disebut menimbulkan korban jiwa dari kalangan pejabat militer penting Iran. Beberapa nama yang dilaporkan tewas antara lain Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran Mohammad Pakpour.

Selain itu, Kepala Staf militer Iran Abdulrahim Mousavi juga dilaporkan tewas. Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh serta Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani disebut menjadi korban dalam serangan yang sama.

Peristiwa tersebut memicu gelombang kemarahan di berbagai wilayah Iran. Di ibu kota Teheran, ribuan warga turun ke jalan untuk menyampaikan duka dan protes.

Massa berkumpul di Lapangan Inkilap sambil membawa bendera Iran serta poster bergambar Ali Khamenei. Para demonstran menyuarakan kecaman terhadap Amerika Serikat dan Israel yang dituding bertanggung jawab.

Aksi serupa juga terlihat di sejumlah kota lain di Iran. Di kota Qom, masyarakat berkumpul di sekitar makam Hazrat Masume sebagai bagian dari rangkaian penghormatan.

Sementara itu di kota Mashhad, bendera hitam dikibarkan di atas kubah Makam Imam Reza. Pengibaran bendera hitam tersebut menjadi simbol duka mendalam bagi masyarakat Iran.

“Tindakan tersebut menginjak-injak tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta norma-norma dasar dalam hubungan internasional,” demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah China. Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memberikan pernyataan.

Rumah Baca Pintar Gelar Ngabuburead ke-12 di Pekalongan, Ajak Anak Isi Ramadan Positif
Artikel Selanjutnya

Rumah Baca Pintar Gelar Ngabuburead ke-12 di Pekalongan, Ajak Anak Isi Ramadan Positif

Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 8 Maret 2026, 09:31 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Seniman Putra Bung Karno

Konten Redaksi Sabtu, 26 September 2026 | 13:50 WIB

Semai Keterampilan, Warga Binaan Lapas Bandanaira Budidaya Pakcoy dan Selada Hidroponik di Area Brandgang

Konten dari Pengguna Siaran Pers Sabtu, 26 September 2026 | 03:30 WIB

Lelang Sitaan Aset Jiwasraya Berlanjut, 5 Unit Apartemen Resmi Terjual

Konten Redaksi Jumat, 25 September 2026 | 05:32 WIB

Kemarau Panjang Tak Surutkan Semangat, Lapas Bandanaira Panen 50 Ikat Kangkung dari Lahan SAE

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 24 September 2026 | 20:28 WIB

Ombudsman Sidak Lapas Cibinong, Dugaan Kamar Mewah Bak Apartemen Mencuat

Konten Redaksi Kamis, 24 September 2026 | 18:53 WIB

Apresiasi Kinerja, Lapas Bandanaira Berikan Penghargaan Pegawai Teladan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Kamis, 24 September 2026 | 04:24 WIB

Kasus INHUTANI V Lampung Naik Babak Baru, 2 Saksi Kemenhut Diperiksa

Konten Redaksi Rabu, 23 September 2026 | 18:55 WIB

RAZIA GABUNGAN DIGELAR, LAPAS SERANG PERKUAT KEAMANAN DAN KETERTIBAN

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 23 September 2026 | 08:58 WIB

Manfaatkan Limbah Buah Pala, Warga Binaan Lapas Bandanaira Olah Jadi Sirup Bernilai Ekonomi

Konten dari Pengguna Siaran Pers Rabu, 23 September 2026 | 05:34 WIB

Lapas Bandanaira Manfaatkan Lahan SAE untuk Dorong Kemandirian Warga Binaan

Konten dari Pengguna Siaran Pers Selasa, 22 September 2026 | 19:26 WIB

Koruptor Dipenjara, Aset Jangan Ikut Aman

Konten Redaksi Minggu, 20 September 2026 | 12:21 WIB

Tak Perlu ke Surabaya, Sejarah TNI AL Bisa Diakses Lewat Muspuspal Digital

Konten Redaksi Sabtu, 19 September 2026 | 19:55 WIB