“Penanganan arus mudik dan balik Lebaran 2026 tetap serius demi kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.
Provinsi Banten Masuk 5 Teratas Arus Mudik Tersibuk
Dalam kesempatan tersebut, Dudy juga mengungkapkan bahwa Provinsi Banten kembali masuk lima besar daerah dengan tingkat pergerakan pemudik tertinggi secara nasional. Tercatat sekitar 11,7 juta orang hilir mudik melalui wilayah Banten selama periode Lebaran.
“Provinsi Banten masuk lima besar pergerakan masyarakat (pemudik). Selain itu, Banten merupakan wilayah dengan pergerakan sangat padat, khususnya jalur dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera. Baik melalui jalur darat maupun penyeberangan, hampir seluruh kendaraan akan melintasi Banten,” bebernya.
Sebagai gerbang utama penyeberangan Jawa–Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Banten memegang peranan strategis dalam kelancaran distribusi kendaraan pribadi, bus antarkota, angkutan logistik, hingga sepeda motor pemudik.
Kepadatan arus kendaraan biasanya terjadi di sejumlah titik krusial seperti akses jalan tol menuju pelabuhan, kawasan rest area, hingga kantong parkir penyangga kendaraan sebelum masuk kapal ferry.
Penguatan Koordinasi dan Mitigasi
Dalam Rakor tersebut, Kementerian Perhubungan menekankan pentingnya penguatan manajemen rekayasa lalu lintas, optimalisasi buffer zone, digitalisasi sistem tiket penyeberangan, serta pengaturan jadwal operasional angkutan umum.
Selain itu, koordinasi lintas sektor juga menjadi kunci utama, termasuk kesiapan infrastruktur jalan nasional dan tol, kesiapan armada kapal penyeberangan, pengaturan kendaraan sumbu tiga, serta kesiapan fasilitas keselamatan dan kesehatan di titik-titik strategis.
Dudy menegaskan bahwa meskipun terdapat prediksi penurunan 1,75 persen, skenario pengamanan dan pelayanan tetap harus disiapkan dengan asumsi lonjakan bisa terjadi sewaktu-waktu.