Selasa, 6 Oktober 2026

Relawan Pendidikan SSB dan Fisipol UGM Terus Dampingi Siswa Terdampak Bencana di Aceh

BAGIKAN:
Relawan Pendidikan SSB dan Fisipol UGM Terus Dampingi Siswa...
0
Relawan Pendidikan SSB dan Fisipol UGM Terus Dampingi Siswa Terdampak Bencana di Aceh

Banda Aceh, 21 Januari 2026 - Relawan Pendidikan Sekolah Sukma Bangsa (SSB) bersama Fisipol UGM Mengajar terus melakukan pendampingan pembelajaran bagi siswa terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh. Para relawan saat ini beraktivitas langsung di lokasi pengungsian dan sekolah darurat yang melaksanakan proses belajar mengajar di tenda.

Hal ini dilaporkan Koordinator Relawan, Victor Yasadana alias Tongky sebagai pada Rabu, 21 Januari 2026. Menurutnya, tim relawan berkegiatan di Serempah, tempat SD Negeri 10 Ketol, Kecamatan Ketol menjalankan pembelajaran di tenda darurat.

Selain itu, pendampingan juga dilakukan di SMP Negeri 9 Bintang, Kecamatan Bintang, SD Negeri 11 Linge di Pantan Nangka, Kecamatan Linge, serta SMP Negeri 22 Lut Tawar, Takengon.

Relawan pendidikan juga bergerak di wilayah lain, seperti Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, serta Aceh Tamiang.

"Untuk memastikan kegiatan belajar anak-anak tetap berlangsung pascabencana," imbuh Tongky.

Dalam waktu dekat, sekitar 60 relawan baru dijadwalkan mengikuti pelatihan di Sekolah Sukma Bangsa (SSB) Pidie pada 28–30 Januari 2026. Setelah pelatihan, para relawan tersebut akan diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk rencana penempatan di Gayo Lues.

Seiring kondisi mulai membaik, sejumlah sekolah, terutama yang bangunannya tidak mengalami kerusakan berat berangsur kembali melaksanakan pembelajaran secara normal. Namun, pihak relawan berharap adanya dukungan informasi dari pemerintah daerah terkait sekolah-sekolah yang masih belajar di tenda atau di lokasi pengungsian, setidaknya hingga menjelang Ramadan 2026.

"Informasi tersebut dibutuhkan untuk melakukan assessment awal penempatan relawan lanjutan, khususnya di wilayah Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Takengon, Gayo Lues, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang," ujar Tongky.

Pendidikan Anak Usia Dini di Era Digital: Tantangan dan Harapan
Artikel Selanjutnya

Pendidikan Anak Usia Dini di Era Digital: Tantangan dan Harapan

Penulis: Siska Mawita
Diterbitkan: 22 Januari 2026, 12:37 WIB · Diperbarui: 25 Maret 2026, 01:46 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini

SDN Tapos 1 Cadasari Berbenah, Revitalisasi Telan Anggaran Rp888 Juta

Konten Redaksi Kamis, 1 Oktober 2026 | 01:18 WIB

Tinjau Sekolah Rakyat di Lebak, Andra Soni Dorong Siswa Kejar Cita-cita

Konten Redaksi Rabu, 30 September 2026 | 21:10 WIB

Florencia Kirana Wilman: Bukti bahwa Siswi SMK Juga Bisa Berprestasi

Konten dari Pengguna Cerita Rabu, 30 September 2026 | 04:17 WIB

Cegah Tawuran dan Narkoba, Polsek Pamarayan Beri Edukasi kepada 650 Pelajar

Konten Redaksi Selasa, 29 September 2026 | 11:30 WIB

Quizizz Mission: Inovasi Ulangan Harian Berbasis Stimulus untuk Mendukung Pembelajaran Berkualitas di Kelas X MPLB

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Sabtu, 26 September 2026 | 02:13 WIB

Cegah Bullying Sejak Dini, Polsek Carenang Edukasi Siswa SDN Binuang

Konten Redaksi Kamis, 24 September 2026 | 18:23 WIB

Dari Biang Sabun Jadi Cuan, Siswa Belajar Produksi hingga Pemasaran Sabun Cuci Piring

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 15:38 WIB

Edukasi Wudhu di Tengah Kemarau Ajarkan Siswa Bijak Menggunakan Air

Konten dari Pengguna Berita & Kegiatan Kamis, 24 September 2026 | 07:38 WIB