Distrikbantennews – Harga emas Antam mencapai rekor tertinggi Rp 2.665.000/gram pada Rabu (14/1/2026), menguat Rp 13.000 dari posisi kemarin.
Harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam ada di Rp 2.513.000/gram, bertambah Rp 10.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.596,8/troy ons, melemah 0,04% dibandingkan hari sebelumnya.
Namun, harga emas dunia masih menunjukkan tren bullish.
Data inflasi AS pada Desember 2025 tercatat 2,7% secara tahunan (year-on-year/yoy), tidak berubah dari bulan sebelumnya, dikutip dari Federal Reserve Rabu (14/1/26).
Hal ini dapat mempengaruhi keputusan Federal Reserve dalam menentukan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), sehingga memegang emas terasa lebih menguntungkan saat suku bunga bergerak turun.
Namun, investor harus waspada terhadap risiko koreksi harga emas.
Harga emas telah membukukan kenaikan 6,36% sejak awal perdagangan 2026.
Hal ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi pilihan investasi yang populer.
Investor harus memantau perkembangan harga emas secara terus-menerus untuk membuat keputusan investasi yang tepat.
Harga emas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk data ekonomi dan keputusan kebijakan moneter.
Federal Reserve telah menunjukkan kesediaan untuk melanjutkan pelonggaran moneter jika diperlukan.
Hal ini dapat mempengaruhi harga emas di masa depan.
Emas sering dianggap sebagai aset safe haven, yaitu aset yang aman untuk diinvestasikan saat terjadi ketidakpastian ekonomi.
Hal ini membuat emas masih menjadi pilihan investasi yang populer.
Beberapa analis memprediksi bahwa harga emas akan terus naik di masa depan, terutama jika Federal Reserve melanjutkan pelonggaran moneter.
Namun, prediksi ini tidak dapat dijamin.
Investor harus mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan investasi dalam emas.
Harga emas dapat dipengaruhi oleh perubahan dalam kebijakan moneter, inflasi, dan kondisi ekonomi global.
Emas juga dapat digunakan sebagai alat diversifikasi portofolio investasi.
Hal ini karena emas memiliki korelasi yang rendah dengan aset lain.
Investor harus memahami bahwa harga emas dapat berfluktuasi secara signifikan dalam jangka pendek.
Namun, dalam jangka panjang, emas telah menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan nilai.
Emas juga dapat digunakan sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi.








