"Kita harap dukungan ini dapat diberikan kepada Pemprov Banten. Mari kita bersama-sama mengawal percepatan pembangunan di daerah," imbuh Andra.
Sementara itu, Ketua Harian Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia, Erizal Chaniago, menjelaskan bahwa ToT dan UKT merupakan program nasional yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah.
"Program nasional ini kami bagi pelaksanaannya di beberapa lokasi. Untuk wilayah Banten, kegiatan diikuti sekitar 140 peserta yang berasal dari Banten, Jakarta, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, dan Lampung," jelas Erizal.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pelatih dan atlet, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi organisasi serta sosialisasi regulasi terbaru.
"Tujuannya untuk mengkonsolidasikan organisasi sekaligus menyosialisasikan peraturan-peraturan baru yang dikeluarkan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Supaya dalam menghadapi PON nanti, penerapan peraturan ini bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.***