"Stok masih aman dalam empat hari ke depan. Itu pun masih ada tambahan lagi. Kapal tanker BBM akan melakukan bunker lagi malam ini. Kami berharap masyarakat tetap tenang," ujar Ketua Hiswana Migas Aceh.
Nahrawi mengingatkan masyarakat agar tidak membeli BBM secara berlebihan maupun melakukan spekulasi harga. Ia menegaskan BBM subsidi tidak boleh diperjualbelikan kembali karena sudah tercatat dalam sistem.
"Untuk Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex silakan digunakan sesuai kebutuhan, bukan untuk dijual lagi," tegasnya.
Sementara itu, Riza, petugas SPBU Pertamina Jeulingke, mengakui adanya peningkatan antrean masyarakat yang membeli BBM untuk kendaraan maupun jeriken dalam beberapa hari terakhir.
"Ini memang panic buying saja. Karena stok BBM kami normal saja, tidak dikurangi juga. Ini kami lagi mengisi lagi 8 kl. Minggu lalu kami isi 24 kl. Masyarakat tidak dibatasi pembeliannya. Kecuali khusus jeriken yang hanya untuk pembelian Pertamax, Dexlite. Kebanyakan dipakai untuk genset," jelasnya.
Kebijakan Khusus Pembelian BBM Subsidi
Menanggapi surat dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) atas permintaan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Ketua Hiswana Migas Aceh menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan izin pembelian bebas BBM subsidi, melainkan pengecualian khusus bagi daerah yang terdampak banjir dan mengalami kendala sinyal internet.
Dalam surat nomor T631-MG.05/BPH/2025, BPH Migas menyetujui seluruh permintaan Gubernur Aceh, termasuk pengisian JBT (Minyak Solar) dan JBKP (Pertalite) secara manual tanpa barcode bagi kendaraan dinas pemerintah dan kebutuhan penanganan bencana.