Kabupaten SerangReligi

Pengajian Rutin Desa Sindangheula Berjalan Khidmat, Santuni 41 Anak Yatim

SINDANGHEULA – Pengajian rutin bulanan tingkat Desa Sindangheula kembali digelar pada Minggu (23/11/2025) di Masjid Baiturrahman, Kampung Benoa Kidul. Kegiatan keagamaan yang telah menjadi agenda tetap desa ini berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Acara dihadiri oleh Kepala Desa Sindangheula, Suheli, S.Kom.I., MM, Ketua BPD Amin Rohani, SE, perangkat desa, ketua RW dan RT se-Desa Sindangheula, para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga Desa Sindangheula, khususnya dari Kampung Benoa Kidul.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an dan kitab, disusul pemberian santunan kepada anak yatim, ceramah agama, doa bersama, serta ditutup dengan pembagian doorprize sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi kepada jamaah yang hadir.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sindangheula, Suheli, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta dukungan masyarakat yang selalu solid.

“Alhamdulillahirabbilalamin. Terima kasih kami ucapkan kepada masyarakat Kampung Benoa Kidul yang telah menjadi tuan rumah, serta seluruh warga Desa Sindangheula yang hadir dan mensukseskan pengajian rutin ini,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya pengajian sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan kepedulian antarwarga.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini masyarakat semakin mampu bekerja sama, saling membantu, dan menjalin silaturahmi. Alhamdulillah, setiap pengajian kami juga melaksanakan santunan. Pada kesempatan kali ini, santunan diberikan kurang lebih 41 anak yatim. Semoga kegiatan ini menumbuhkan kepedulian dan kecintaan kita terhadap ilmu dan sesama,” tambahnya.

Ketua BPD Desa Sindangheula, Amin Rohani, SE, juga menilai pengajian rutin bulanan merupakan program bermanfaat yang harus dipertahankan.

“Ini adalah salah satu kegiatan baik yang menjadi prioritas program desa. Pengajian rutin bulanan tingkat desa perlu terus dijaga, bahkan oleh pemerintahan desa yang akan datang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan keagamaan ini penting sebagai wadah pembinaan mental dan spiritual, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat.

Pengajian rutin bulanan di Desa Sindangheula diharapkan dapat terus menjadi tradisi yang memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. ***

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *