Sebanyak 15 guru pada batch pertama akan ditempatkan di 15 sekolah yang masuk kategori paling membutuhkan, seperti sekolah kumuh, sekolah urban poor, sekolah di gang sempit, sekolah komisi kota, sekolah perbatasan, sekolah dengan sarana rusak, serta sekolah dengan kualitas kegiatan belajar mengajar (KBM) rendah.
“Selama dua tahun, mereka ditargetkan memberikan dampak nyata, termasuk mendorong perubahan pola belajar mengajar guru-guru di sekolah melalui pendekatan kolaboratif dan penguatan karakter,” tambah Nuri.
Ia menyebut bahwa model serupa telah berhasil diterapkan di berbagai negara berkembang, termasuk India yang kini memiliki lebih dari 1.000 guru Teach First dan melahirkan banyak komunitas pendidikan, organisasi, serta wirausaha sosial.
“Program ini terbukti berhasil di banyak negara. Kami berharap pelaksanaannya di Kota Serang juga membawa dampak besar,” ujarnya.
Ahmad Nuri juga menargetkan adanya indikator perubahan yang terukur.
“Dalam dua tahun harus ada progres. Misalnya peningkatan literasi dari 25 persen menjadi 75 persen, atau penilaian karakter dari 50 menjadi 100,” katanya.
Ia berharap kehadiran Teach First Indonesia dapat mempercepat transformasi pendidikan di Kota Serang.
“Alhamdulillah, contoh dari negara lain sangat baik. Semoga program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat besar untuk pendidikan di Kota Serang,” pungkasnya. ***